BISNISMARKET.COM - Proses seleksi kepengurusan Bursa Efek Indonesia (BEI) periode mendatang memasuki tahap krusial hari ini, Selasa, 12 Mei 2026. Sebanyak empat paket calon direksi BEI dijadwalkan menjalani penilaian kemampuan dan kepatutan atau yang dikenal sebagai fit and proper test.

Penilaian integritas dan kompetensi ini diselenggarakan oleh komite khusus yang telah dibentuk oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator pasar modal. Tahapan ini merupakan bagian penting sebelum penetapan resmi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BEI.

Konfirmasi mengenai jadwal penting ini disampaikan langsung oleh dua nama yang masuk dalam daftar bursa calon direksi. Mereka adalah Jeffrey Hendrik, yang saat ini menjabat sebagai PJS Direktur Utama BEI, dan Iding Pardi, Direktur Utama KPEI.

Kedua calon tersebut secara terpisah mengonfirmasi keikutsertaan mereka dalam proses seleksi hari ini kepada media. Hal ini sekaligus menjawab spekulasi mengenai pencalonan mereka untuk memimpin bursa saham Indonesia.

"Iya benar (hari ini ada Fit and Proper Test)," ungkap keduanya saat dihubungi terpisah oleh CNBC Indonesia.

Pencalonan ini terkait dengan pemilihan direksi BEI yang akan diselenggarakan melalui RUPS sebelum paruh kedua tahun 2026 ini. Daftar empat paket calon ini diajukan oleh kelompok pemegang saham atau anggota bursa.

Nama lain yang juga telah memastikan partisipasinya adalah Oki Ramadhana, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama Mandiri Sekuritas (Mansek) sekaligus Komisaris Utama (Komut) BEI. Ia menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi bagi pembangunan negara melalui posisi tersebut.

"Kalau mendaftar, ya benar mendaftar tinggal proses. Nanti tinggal proses di OJK-nya seperti apa. Itu saja. Kita harus bantu negara ini," ungkap Oki saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Nama keempat yang santer dikabarkan masuk dalam bursa calon direksi adalah Laksono Widodo, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas. Laksono Widodo sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI sejak RUPS 29 Juni 2018.