JAKARTA, BisnisMarket.com – Elon Musk resmi mencatat sejarah sebagai individu triliuner pertama sepanjang masa setelah perusahaan kedirgantaraan miliknya, SpaceX, berhasil melantai di bursa saham pada Jumat (12/6/2026).
Kekayaan bersih konglomerat teknologi tersebut kini diperkirakan menembus angka fantastis USD 1 triliun, melampaui Produk Domestik Bruto (PDB) sejumlah negara maju.
Perdagangan saham SpaceX dibuka pada Jumat pagi dengan harga USD 150 per lembar. Dengan valuasi tersebut, total kepemilikan saham Musk di SpaceX bernilai lebih dari USD 766 miliar. Jika dikombinasikan dengan kepemilikan sahamnya di Tesla yang bernilai sekitar USD 280 miliar, total kekayaan bersih Musk dari kedua perusahaan utama ini diproyeksikan mencapai sekitar USD 1,05 triliun.
Kekayaan Melampaui PDB Negara Maju
Pencapaian ini menempatkan Musk dalam kategori kekayaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Harta bersihnya kini setara dengan gabungan kekayaan empat miliarder terkaya di dunia setelahnya, berdasarkan data terkini Forbes.
Secara mengejutkan, total kekayaan gabungan pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin, pendiri Amazon Jeff Bezos, serta pendiri Oracle Larry Ellison masih berada di bawah ambang batas USD 1 triliun. Bahkan, Bezos dan Ellison yang menempati posisi orang terkaya keempat dan kelima, masing-masing memiliki kurang dari seperempat dari total kekayaan bersih Musk.
Lebih jauh lagi, kekayaan pribadi Musk bahkan melampaui PDB nasional negara-negara maju seperti Taiwan, Irlandia, dan Swedia. Tonggak sejarah ini terjadi 110 tahun setelah John D. Rockefeller dinobatkan sebagai miliarder pertama dunia pada tahun 1916.
Dampak IPO dan Proyeksi Masa Depan
Penobatan Musk sebagai triliuner pertama dunia ini diperkirakan akan semakin menguatkan perdebatan mengenai ketidaksetaraan kekayaan dan pengaruh yang semakin besar dari para pendiri perusahaan teknologi di Amerika Serikat.