BISNISMARKET.COM - PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) berhasil mencetak kinerja keuangan yang sangat kuat pada kuartal pertama tahun 2026. Perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp237 miliar, menandai peningkatan signifikan sebesar 74% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Kenaikan laba bersih yang substansial ini merupakan buah dari penerapan strategi pemasaran yang adaptif serta kedisiplinan perusahaan dalam mengelola dan menekan berbagai pos biaya operasional. Hal ini menunjukkan kemampuan DKFT untuk menjaga profitabilitas meski menghadapi dinamika pasar.
Dikutip dari STOCKWATCH.ID, pendapatan konsolidasian DKFT pada kuartal I 2026 mencapai angka Rp506 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 20% jika dibandingkan dengan pendapatan pada kuartal pertama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp421 miliar.
Salah satu pendorong utama peningkatan laba adalah keberhasilan perusahaan dalam melakukan efisiensi beban pokok penjualan. Beban pokok berhasil ditekan hingga 13% secara tahunan, sehingga hanya mencapai Rp175 miliar pada periode pelaporan tersebut.
Disiplin pengendalian biaya ini berdampak langsung pada laba kotor, yang melonjak tajam sebesar 51% menjadi Rp331 miliar. Sebagai perbandingan, laba kotor pada kuartal I 2025 hanya berada di kisaran Rp219 miliar.
Pertumbuhan laba bersih sebesar 74% menjadi Rp237 miliar ini sangat impresif, mengingat pada kuartal I 2025, laba bersih perusahaan berada di level Rp137 miliar. Sementara itu, EBITDA perusahaan juga menguat signifikan mencapai Rp335 miliar, naik 57% dari Rp214 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi operasional, perusahaan mencatat produksi bijih nikel sebesar 554 ribu ton dan berhasil membukukan penjualan sebanyak 755 ribu ton. Penyesuaian volume operasional ini dilakukan sebagai bagian dari kepatuhan terhadap ketentuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang baru dari pemerintah.
Keberhasilan menjaga profitabilitas di tengah penyesuaian volume produksi ini dicapai melalui optimalisasi bauran pemasaran produk. DKFT berhasil menyusun komposisi penjualan dengan porsi Limonit sebesar 58% dan Saprolit sebesar 42%.
Feni Silviani Budiman, selaku Corporate Secretary DKFT, menyampaikan bahwa fokus utama perusahaan pada kuartal tersebut adalah memastikan kualitas pendapatan melalui optimalisasi komposisi produk dan efisiensi biaya secara menyeluruh. Hal ini disampaikan dalam keterangan resmi pada Kamis, 30 April 2026.