JAKARTA, BisnisMarket.com - Di tengah misi mulia menjaga perdamaian dunia, kabar duka datang dari Lebanon. Konflik yang terus bergejolak di kawasan tersebut kembali memakan korban, dan kali ini menyentuh langsung keluarga besar Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Peristiwa ini bukan sekadar insiden biasa. Ia menjadi pengingat keras bahwa di balik misi kemanusiaan, selalu ada risiko besar yang mengintai. Publik pun dibuat tersentak, bagaimana pasukan penjaga damai justru ikut menjadi korban?

Kronologi Serangan di Zona Rawan

Insiden terjadi di wilayah Lebanon Selatan, area yang menjadi tanggung jawab pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Di tengah situasi yang memanas, serangan artileri dari pihak Israel dilaporkan menghantam area sekitar posisi pasukan penjaga perdamaian, termasuk kontingen Indonesia.

Dilansir dari Bloomberg Technoz (30/3), serangan tersebut menyebabkan korban di pihak TNI. Situasi yang seharusnya berada dalam koridor netral berubah menjadi mencekam dalam hitungan detik.

Kutipan laporan menyebutkan bahwa dampak serangan tidak hanya menyebabkan luka, tetapi juga merenggut nyawa salah satu prajurit terbaik Indonesia.

Prajurit Gugur dan Terluka

Kabar paling memilukan datang dari gugurnya salah satu prajurit TNI dalam insiden tersebut. Salah satu anggota TNI yaitu Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon dinyatakan meninggal dunia akibat terkena artileri IDF.

Selain korban jiwa, beberapa prajurit lainnya mengalami luka dengan tingkat yang berbeda. "Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah dikutip, dari Bloomberg Technoz Senin (30/03/2026).