JAKARTA, BISNISMARKET.COM – Duka kembali menyelimuti pelaksanaan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) bagi Calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Seorang peserta bernama Anisa Muyassaroh dilaporkan meninggal dunia saat menjalani latihan bela negara yang merupakan bagian dari pembentukan karakter program tersebut.

Kepergian Anisa terjadi di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur. Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah mengungkap kronologi lengkap serta hasil pemeriksaan medis yang mengarah pada dugaan penyebab kematiannya.

Program SPPI adalah inisiatif pemerintah untuk menyiapkan lulusan sarjana sebagai calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Sebelum bertugas, seluruh peserta diwajibkan mengikuti latihan bela negara dan pembentukan karakter untuk membangun disiplin, kepemimpinan, dan integritas.

Kemhan menegaskan bahwa seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebelum dinyatakan lolos pendidikan. Pemeriksaan tersebut mencakup tes laboratorium, EKG, rontgen dada, USG abdomen, serta pemeriksaan mata, gigi, jiwa, dan fisik lainnya.

Meskipun demikian, Anisa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan mendadak saat pendidikan berlangsung hingga akhirnya meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Kronologi Kejadian

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Kamis, 18 Juni 2026, sekitar pukul 13.35 WITA. Saat itu, Anisa berada di lingkungan pendidikan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Secara tiba-tiba, ia mengeluhkan sesak napas yang disertai rasa mual.

Melihat kondisi tersebut, petugas segera membawa Anisa ke pos kesehatan satuan untuk pemeriksaan awal. Setelah evaluasi, tim medis memutuskan bahwa kondisi Anisa memerlukan penanganan lebih lengkap di rumah sakit.