BISNISMARKET.COM - Pemerintah Provinsi Papua menegaskan peran strategis Bank Pembangunan Daerah Papua (Bank Papua) sebagai instrumen kunci dalam memacu pertumbuhan ekonomi regional. Penguatan fungsi pengawasan manajemen dan penataan struktur kelembagaan bank menjadi fokus utama saat ini.
Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, menekankan bahwa dewan komisaris memegang peran krusial dalam memastikan arah bisnis bank tetap sehat dan selaras dengan agenda pembangunan daerah Papua.
Hal ini disampaikan oleh Fakhiri usai menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) di Jayapura, yang juga mengukuhkan Alibaham Temongmere sebagai Komisaris Non Independen Bank Papua.
Perubahan dalam struktur pengurus ini merupakan bagian integral dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG), terutama pada aspek pengawasan internal bank.
"Fungsi pengawasan harus dijalankan secara profesional dan berorientasi pada pembangunan daerah," ujar Fakhiri, dilansir dari laman Papua.go.id, Senin, 30 Maret 2026.
Gubernur juga menyoroti bahwa Bank Papua memiliki posisi yang sangat strategis karena keterkaitannya langsung dengan pembiayaan sektor-sektor produktif yang ada di seluruh wilayah Papua.
Menurutnya, sinergi yang kuat antara dewan komisaris dan direksi sangat menentukan konsistensi kebijakan bank agar tidak menyimpang dari tujuan utama pendiriannya.
"Koordinasi harus berjalan baik agar kebijakan yang diambil tetap mendukung kontribusi bank bagi masyarakat," katanya.
Langkah penguatan pengawasan ini dianggap penting mengingat adanya tuntutan agar bank pembangunan daerah mampu bersikap adaptif sekaligus tetap memegang teguh prinsip kehati-hatian (prudential banking).