JAKARTA, BisnisMarket.com – Dalam ajang Indonesia International Coal & Energy Exhibition 2026, DOGO Power resmi memperkenalkan solusi terpadu sistem penyimpanan energi grid-forming dan microgrid. Inovasi ini dirancang khusus untuk mendukung transformasi pertambangan hijau sekaligus menjawab tantangan transisi energi di sektor pertambangan Asia Tenggara, khususnya Indonesia.
Berdasarkan data Global Energy Monitor, industri tambang batu bara di Indonesia menghasilkan emisi metana sekitar 58 juta ton CO₂e per tahun. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu penghasil emisi metana tambang terbesar di dunia, yang memicu urgensi adopsi solusi energi rendah karbon dan efisien.
“DOGO Power menawarkan layanan energi hijau sepanjang siklus operasional bagi perusahaan tambang lokal. Kami mendukung transformasi industri pertambangan Indonesia menuju kegiatan operasional yang rendah karbon dan lebih efisien,” ujar perwakilan DOGO Power, Pan Pamela.
Melalui teknologi "4S Grid-Forming" yang dikembangkan secara mandiri, DOGO Power mengintegrasikan empat sistem utama: manajemen energi (EMS), manajemen daya (PMS), konversi penyimpanan energi (PCS), dan manajemen baterai (BMS). Arsitektur terpadu ini membangun ekosistem energi yang aman dan efisien bagi aktivitas pertambangan.
Keunggulan Teknologi di Area Off-Grid
Solusi microgrid DOGO Power mampu mengatasi kendala energi di area tambang yang tidak terjangkau jaringan listrik utama (off-grid). Berbeda dengan teknologi grid-following konvensional, sistem grid-forming ini dapat beroperasi secara mandiri serta menjaga stabilitas tegangan dan frekuensi secara otomatis. Dilengkapi fitur black start, sistem ini mampu beroperasi hanya dalam waktu dua menit, memastikan keandalan tinggi bagi operasional tambang.
Dari sisi perangkat keras, DOGO Power menggunakan teknologi baterai short-blade yang mampu mencapai lebih dari 10.000 siklus penggunaan, atau 30 persen lebih tinggi dari rata-rata industri. Dengan efisiensi sistem mencapai 87 persen dan teknologi pendingin cair dua sisi, baterai ini dirancang stabil untuk penggunaan lebih dari 15 tahun di lingkungan ekstrem yang panas dan berdebu.
Selain itu, implementasi proyek didukung oleh sistem Cloud EMS berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini mampu memprediksi beban listrik dan produksi tenaga surya secara akurat, sehingga mengoptimalkan imbal hasil proyek hingga 10 persen. Penggunaan AI juga diklaim mampu menekan belanja modal (CAPEX) hingga lebih dari 20 persen dan mempercepat siklus desain proyek skala besar secara signifikan.
Efisiensi Biaya dan Dampak Lingkungan
Solusi DOGO Power menawarkan tiga nilai tambah utama bagi perusahaan tambang: efisiensi biaya, keamanan sistem, dan penurunan emisi. Secara ekonomi, teknologi ini mampu memangkas biaya listrik dari kisaran US$0,28–0,40/kWh pada pembangkit diesel menjadi US$0,12–0,16/kWh. Perusahaan diperkirakan dapat menghemat biaya listrik 15 hingga 20 persen sejak hari pertama, dengan periode pengembalian investasi (ROI) antara tiga hingga lima tahun.
Dari aspek keamanan, sistem ini menyediakan pasokan listrik cadangan tanpa gangguan untuk beban operasional kritis, sehingga meminimalisir risiko penghentian produksi. Sementara dari sisi lingkungan, teknologi ini mendukung penggunaan energi bersih yang mampu mereduksi emisi karbon hingga puluhan ribu ton per tahun, membantu perusahaan memenuhi standar ESG global dan target netralitas karbon Indonesia.