BISNISMARKET.COM - Pada hari Rabu, 13 Mei 2026, pasar saham Indonesia mengalami tekanan jual yang cukup signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat ambles sedalam 1,98 persen dari penutupan hari sebelumnya.
Penutupan perdagangan pada hari tersebut menunjukkan IHSG berada di level 6.723,3. Koreksi yang terjadi setara dengan hilangnya 135,5 poin dari posisi penutupan sebelumnya secara agregat.
Meskipun terjadi pelemahan umum yang menekan indeks secara keseluruhan, pergerakan dana investor asing justru menunjukkan pola yang kontras. Aktivitas mereka menunjukkan adanya pemilihan saham yang spesifik di tengah volatilitas pasar saat itu.
Investor asing terpantau melakukan aksi beli bersih atau net buy pada beberapa saham unggulan tertentu. Hal ini mengindikasikan bahwa mereka memiliki pandangan selektif terhadap fundamental perusahaan tertentu meski sentimen pasar sedang negatif.
Dua saham yang menjadi sorotan utama dalam aksi beli bersih oleh investor asing ini adalah saham dengan kode emiten TINS dan PACK. Mereka memfokuskan pembelian pada dua instrumen ini.
Aksi borong asing pada saham TINS dan PACK ini terjadi ketika mayoritas saham lain di bursa mengalami tekanan jual. Situasi ini menyoroti strategi diversifikasi dan strategi bottom-fishing yang dilakukan oleh sebagian investor asing.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, kondisi pasar pada hari tersebut menunjukkan adanya strategi yang terukur di tengah ketidakpastian yang melingkupi pasar modal secara umum.
Perilaku investor asing ini menjadi indikasi bahwa adanya keyakinan terhadap prospek jangka panjang saham-saham tersebut, terlepas dari koreksi harian yang terjadi pada IHSG.
Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, penurunan signifikan pada IHSG hari itu menunjukkan adanya tekanan jual yang masif dari investor domestik maupun asing secara keseluruhan, namun alokasi dana asing tampak terfokus.