BISNISMARKET.COM - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada hari Senin, 11 Mei 2026, diwarnai dengan aksi jual bersih (net foreign sell) oleh investor asing dengan total mencapai Rp751,2 miliar secara keseluruhan.
Namun, di tengah tren penjualan tersebut, terdapat pergerakan menarik di mana investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net foreign buy) pada beberapa saham pilihan. Sektor yang menjadi favorit pembelian asing meliputi sektor konsumsi, komoditas, hingga telekomunikasi.
Secara spesifik, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menjadi saham yang paling diminati oleh investor asing pada hari itu, mencatatkan net foreign buy terbesar sebesar Rp83,8 miliar. Ini menunjukkan adanya optimisme terhadap sektor ritel dan konsumsi domestik.
Posisi selanjutnya ditempati oleh PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) yang berhasil menarik dana asing masuk sebesar Rp47,9 miliar, diikuti oleh PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan catatan net foreign buy mencapai Rp44,2 miliar. Kedua emiten ini mewakili sektor komoditas yang masih menjadi daya tarik pasar.
Pergerakan aktivitas asing ini terjadi bersamaan dengan pasar yang tengah menanti hasil review indeks MSCI yang dijadwalkan diumumkan pada hari yang sama. Pasar saham domestik menunjukkan kewaspadaan tinggi terhadap potensi perubahan bobot atau bahkan keluarnya saham Indonesia dari indeks MSCI.
Kekhawatiran pasar berpusat pada potensi volatilitas lanjutan yang mungkin dipicu oleh keputusan MSCI tersebut, yang dapat memengaruhi aliran dana investasi asing di masa mendatang.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara keseluruhan mengalami pelemahan yang cukup signifikan, ditutup turun 63,77 poin atau 0,92% ke posisi 6.905,62. Penurunan ini terutama disebabkan oleh tekanan jual yang terpusat pada saham-saham unggulan dari sektor perbankan dan konglomerasi besar (big caps).
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 442 saham melemah, kontras dengan hanya 251 saham yang berhasil menguat, sementara 125 lainnya stagnan.
Pada hari tersebut, nilai transaksi tercatat mencapai Rp20,53 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 41,47 miliar saham yang dieksekusi dalam 2,83 juta kali transaksi.