BISNISMARKET.COM - PT Graha Layar Prima Tbk, emiten yang dikenal sebagai pengelola jaringan bioskop CGV dengan kode saham BLTZ, tengah merencanakan langkah strategis untuk melakukan diversifikasi usaha. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja dan memperkuat posisi bisnis perusahaan di masa mendatang.
What: Rencana ekspansi bisnis baru ini mencakup dua sektor yang cukup berbeda dari bisnis inti mereka, yaitu perdagangan eceran kosmetik dan penyediaan layanan rumah pijat. Kedua lini bisnis baru ini diharapkan dapat memberikan sumber pendapatan alternatif bagi perseroan.
Who: Rencana ambisius ini diinisiasi oleh manajemen PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ). Hal ini disampaikan melalui keterbukaan informasi resmi perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) baru-baru ini.
Why: Manajemen BLTZ melihat diversifikasi ini sebagai bagian integral dari strategi penguatan konsep cultureplex. Konsep ini bertujuan mengintegrasikan unsur hiburan, gaya hidup, dan komunitas dalam satu ekosistem bisnis yang lebih luas.
Corporate Secretary BLTZ, Rozaksan Rinota I, menjelaskan tujuan utama dari penambahan lini usaha baru ini. "Penambahan lini penjualan kosmetik booth berfokus pada brand Korea, memanfaatkan tren K-Beauty dan pengalaman belanja interaktif, serta inovasi berupa integrasi tiket bioskop dengan layanan pijat," ujar Rozaksan Rinota I dalam keterbukaan informasi yang dikutip Senin (11/5/2026).
How: Untuk mewujudkan rencana ekspansi ini, BLTZ telah menyiapkan alokasi investasi total sebesar Rp500 juta. Dari jumlah tersebut, dana awal sebesar Rp100 juta akan dialokasikan sebagai investasi awal, yang seluruhnya bersumber dari ekuitas internal perusahaan.
Where: Rencana penambahan kegiatan usaha ini akan dibahas dan dimintakan persetujuan akhir dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). RUPSLB tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026, bertempat di CGV Central Park Mall, Jakarta Barat.
Studi kelayakan yang disusun oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan menunjukkan hasil yang positif. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa rencana ekspansi ini dinilai layak baik secara teknis maupun finansial untuk diimplementasikan.
Lebih lanjut, studi tersebut memproyeksikan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp767,88 juta dan Internal Rate of Return (IRR) mencapai 32,21%. Indeks profitabilitas diperkirakan mencapai 1,39 kali, dengan masa pengembalian investasi (Payback Period) diproyeksikan selama delapan tahun.