BISNISMARKET.COM - Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Rabu, 3 Juni 2026, ditutup dengan catatan yang kurang menggembirakan bagi para investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami penurunan signifikan yang nyaris mencapai lima persen.
Secara spesifik, IHSG ditutup melemah sebesar 4,94% pada penutupan sesi I hari tersebut. Penutupan di level 5.889,48 ini mencerminkan sentimen jual yang kuat sepanjang hari perdagangan.
Kondisi pelemahan ini bahkan sempat mencapai titik terendah yang lebih dalam, di mana indeks sempat ambles hingga menyentuh level 5,13%. Hal ini menunjukkan adanya tekanan jual yang masif di pasar modal domestik.
Penurunan drastis tersebut sangat dipengaruhi oleh dominasi saham-saham berkapitalisasi besar yang mengalami koreksi harga. Saham-saham konglomerat yang biasanya menjadi penopang utama, justru menjadi beban utama pelemahan indeks.
Data perdagangan menunjukkan bahwa sentimen negatif ini meluas ke mayoritas emiten yang terdaftar di bursa. Tercatat sebanyak 752 saham yang mengalami penurunan harga pada penutupan hari itu.
Sebaliknya, jumlah saham yang berhasil mencatatkan penguatan sangat minim, hanya 38 saham yang ditutup menguat. Sisanya, saham lain yang tidak terpengaruh pergerakan signifikan dan tercatat stagnan.
Aktivitas transaksi pada hari itu menunjukkan tingkat partisipasi yang cukup tinggi dari para pelaku pasar. Frekuensi perdagangan tercatat mencapai angka 1,76 juta kali selama sesi berlangsung.
Volume transaksi yang tercatat mencapai 23,51 miliar lembar saham, mengindikasikan adanya aksi jual yang cukup masif. Total nilai transaksi yang berhasil dibukukan mencapai Rp14,86 triliun.
Kondisi pasar yang tertekan ini juga terjadi berbarengan dengan adanya tekanan yang dihadapi oleh mata uang Rupiah. Pelemahan nilai tukar domestik menjadi salah satu faktor eksternal yang turut memicu aksi jual di pasar saham.