JAKARTA, BisnisMarket.com - Pernahkah Anda membayangkan sebuah teknologi canggih justru membawa malapetaka? Di era modern ini, kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) yang digadang-gadang sebagai solusi berbagai masalah, justru menjadi biang keladi dari sebuah tragedi kemanusiaan. Sebuah kasus mengejutkan datang dari Amerika Serikat, di mana teknologi AI membuat polisi melakukan kesalahan fatal: salah menangkap seorang wanita yang tak bersalah, hingga harus mendekam di penjara selama enam bulan. Kisah ini bukan sekadar berita teknologi, melainkan sebuah pengingat pahit tentang sisi gelap inovasi yang belum sepenuhnya teruji.

Kesalahan Fatal Sang Kecerdasan Buatan

Peristiwa ini bermula ketika kepolisian Fargo, North Dakota, menyelidiki serangkaian transaksi mencurigakan yang terjadi pada kartu identitas militer AS di sebuah bank pada periode April hingga Mei 2025. Rekaman kamera pengawas menunjukkan seorang wanita menarik uang tunai hingga puluhan ribu dollar AS. Untuk mengidentifikasi pelaku, polisi mengandalkan teknologi AI berupa pengenalan wajah (face recognition) untuk menganalisis rekaman video tersebut.

Namun, sistem AI ini ternyata tak sesempurna yang dibayangkan. Dalam dokumen pengadilan, seorang detektif Fargo mengidentifikasi Angella Lipps, seorang wanita berusia 50 tahun asal Tennessee, sebagai tersangka. Identifikasi ini didasarkan pada perbandingan hasil analisis AI dengan foto Surat Izin Mengemudi (SIM) Tennessee milik Lipps. Detektif tersebut menganggap Lipps memiliki kemiripan dengan pelaku berdasarkan fitur wajah, bentuk tubuh, serta gaya dan warna rambut.

Penangkapan Mengerikan dan Bulan-Bulan Penderitaan

Berdasarkan identifikasi yang keliru tersebut, aparat kepolisian menangkap Lipps di rumahnya di Tennessee pada 14 Juli 2025. Momen penangkapan itu digambarkan Lipps sebagai pengalaman yang sangat menakutkan. "Itu sangat menakutkan. Sampai sekarang saya masih bisa melihatnya di kepala saya, berulang-ulang," ungkap Lipps, seperti dilaporkan media lokal WDAY News (16/3).

Setelah penangkapan, Lipps langsung dimasukkan ke penjara daerah di Tennessee. Ironisnya, Lipps bersikeras bahwa ia tidak pernah menginjakkan kaki di North Dakota, apalagi melakukan penipuan tersebut. Ia yang merupakan ibu dari tiga anak bahkan menyatakan tidak pernah naik pesawat. Sebagian besar hidupnya dihabiskan di Tennessee, dengan riwayat perjalanan yang sangat terbatas dan tidak mengenal siapa pun di Fargo.

Meskipun demikian, Lipps harus mendekam hampir empat bulan di penjara tanpa jaminan. Ia baru dipindahkan ke penjara North Dakota pada 30 Oktober 2025, sekitar 108 hari setelah penangkapannya. Setibanya di sana, Lipps menghadapi delapan dakwaan pidana, termasuk empat tuduhan penggunaan identitas pribadi tanpa izin dan empat tuduhan pencurian.


Angella Lipps (50) saat diwawancarai dengan media lokal WDAY News terkait kasus penangkapan dan pembebasannya dalam kasus penipuan bank di Fargo. (Matt Henson/WDAY)