BISNISMARKET.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Hal ini terlihat dari realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai angka signifikan di awal tahun 2026.

Hingga periode Maret 2026, BRI telah berhasil menyalurkan dana KUR sebesar Rp47,09 triliun. Penyaluran masif ini merupakan wujud nyata dukungan perseroan terhadap program-program prioritas yang digalakkan oleh pemerintah pusat.

Dana KUR senilai puluhan triliun rupiah tersebut telah mengalir kepada sekitar 947 ribu nasabah pinjaman yang tersebar di berbagai pelosok wilayah Indonesia. Langkah ini sejalan dengan visi BRI untuk memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian.

Selain KUR, BRI juga turut serta dalam pembiayaan perumahan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Penyaluran FLPP tercatat sebesar Rp17,13 triliun, menjangkau lebih dari 125 ribu nasabah yang membutuhkan akses kepemilikan rumah.

BRI juga aktif terlibat dalam mandat sosial pemerintah, termasuk penyaluran berbagai bantuan sosial nasional. Bantuan tersebut mencakup Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (Sembako), Sembako Stimulus, hingga Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Sosial (BLT KSera).

Manajemen BRI memberikan keterangan resmi mengenai kontribusi perseroan dalam berbagai inisiatif pembangunan nasional. "BRI juga berperan aktif mendukung program pemerintah lainnya seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta menyalurkan berbagai bantuan sosial non tunai," tulis manajemen BRI dalam dokumen kinerjanya, dikutip Kamis (30/4/2026).

Kinerja sosial yang kuat ini berbanding lurus dengan pencapaian finansial perseroan, di mana laba bersih konsolidasian BRI mencapai Rp15,5 triliun per Maret 2026. Angka laba tersebut menunjukkan pertumbuhan tahunan (yoy) sebesar 13,7%.

Inklusi keuangan BRI menunjukkan perkembangan yang sangat dinamis, ditandai dengan pertumbuhan masif AgenBRILink yang kini berjumlah 1,18 juta agen. Jaringan ini tersebar di 66 ribu desa, mencakup sekitar 80% dari total desa di seluruh Indonesia.

Volume transaksi yang diproses melalui jaringan AgenBRILink tercatat mencapai Rp420 triliun, menunjukkan efektivitas BRI dalam menjangkau masyarakat yang sebelumnya belum terlayani perbankan. Dalam ekosistem SenyuM, BRI mengelola 1.035 co-location yang melayani 34,2 juta nasabah pinjaman dan 166,3 juta rekening simpanan.