JAKARTA, BisnisMarket.com - Pernahkah Anda tergiur dengan tawaran produk kosmetik yang harganya miring di media sosial atau platform belanja online? Kilau palsu seringkali menyembunyikan ancaman nyata bagi kesehatan kulit dan tubuh kita. Di tengah maraknya peredaran kosmetik ilegal, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tak tinggal diam. Upaya intensif dilakukan, termasuk pengawasan digital yang semakin digencarkan untuk memberantas praktik berbahaya ini.
Perang Digital Melawan Kosmetik Ilegal
BPOM terus menunjukkan komitmennya dalam melindungi masyarakat dari produk kosmetik yang tidak memenuhi standar keamanan. Berbagai strategi telah dilancarkan, salah satunya adalah dengan memperketat pengawasan di ranah digital. Era serba online ini memang membuka peluang baru bagi para pelaku usaha, namun tak jarang disalahgunakan oleh oknum yang memperjualbelikan produk ilegal.
"Di bulan Desember 2025, kami menemukan 1.356.000 tautan bermasalah, baik dari e-commerce, media sosial, maupun akun-akun yang tidak digunakan sesuai peruntukannya," ujar Kepala BPOM Taruna Ikrar di JI-Expo, Kemayoran, Rabu (6/4). Pernyataan ini mengindikasikan betapa masifnya peredaran kosmetik ilegal yang berhasil diidentifikasi oleh BPOM. Jumlah yang fantastis ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran mendalam akan potensi dampaknya terhadap kesehatan konsumen.
Bahaya Tersembunyi di Balik Kemasan Menarik
Kosmetik ilegal seringkali diproduksi tanpa melalui uji kelayakan dan keamanan yang ketat. Penggunaan bahan-bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon dosis tinggi, atau zat pewarna yang tidak diizinkan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius. Mulai dari iritasi kulit, alergi, hingga kerusakan organ permanen seperti ginjal dan hati.
Ironisnya, produk-produk ini seringkali dikemas dengan menarik dan dipasarkan dengan iming-iming hasil instan yang bombastis. Konsumen yang kurang waspada atau tergiur dengan harga murah rentan menjadi korban. Taruna Ikrar menambahkan, "Kami menemukan 1.356.000 tautan bermasalah yang berkaitan dengan penjualan kosmetik." Angka ini menjadi pengingat keras bahwa ancaman kosmetik ilegal bukanlah isapan jempol belaka.
Peran Aktif Konsumen dan Platform Digital
BPOM tidak bisa bekerja sendiri. Peran aktif dari masyarakat dan platform digital sangat krusial dalam memberantas kosmetik ilegal. Konsumen diharapkan lebih cerdas dan teliti dalam memilih produk, selalu memeriksa nomor registrasi BPOM, serta melaporkan jika menemukan produk mencurigakan.