BISNISMARKET.COM - Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) kini tengah menggalakkan inisiatif strategis untuk melakukan perampingan struktur korporasi pada PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Langkah ini merupakan bagian dari agenda besar streamlining yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Fokus utama dari restrukturisasi ini adalah menyasar total 67 anak usaha yang saat ini berada di bawah naungan Telkom Group. Tujuannya adalah menyederhanakan dan mengefisienkan lini bisnis perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia tersebut.

Kepala Badan BP BUMN, Dony Oskaria, menjadi motor penggerak utama di balik upaya penataan ulang besar-besaran ini. Proses ini diharapkan dapat meningkatkan fokus bisnis inti dan menghilangkan duplikasi operasional.

Target akhir dari seluruh proses restrukturisasi yang masif ini adalah menyisakan hanya 19 entitas bisnis yang benar-benar fokus dan strategis di bawah payung Telkom Group. Hal ini menunjukkan komitmen kuat untuk efisiensi.

Proses pemangkasan ini dipastikan akan melibatkan penutupan sejumlah unit bisnis yang dinilai memiliki kinerja kurang optimal atau memiliki fungsi yang tumpang tindih dengan unit usaha lainnya. Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi kinerja mendalam.

Dony Oskaria, yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, mengungkapkan rencana ambisius ini kepada publik. Beliau menekankan pentingnya efisiensi di tengah dinamika pasar telekomunikasi yang semakin kompetitif.

"Target akhir dari restrukturisasi ini adalah menyisakan 19 entitas bisnis saja di bawah naungan Telkom Group," ujar Dony Oskaria.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, inisiasi ini menunjukkan adanya upaya pemerintah untuk memastikan bahwa seluruh BUMN, termasuk Telkom, beroperasi dengan struktur yang ramping dan fokus pada nilai tambah maksimal bagi negara.

Perampingan struktur ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Telkom di pasar domestik maupun internasional, sekaligus menjamin alokasi sumber daya yang lebih tepat sasaran. Langkah ini menandai era baru efisiensi korporasi BUMN telekomunikasi.