BISNISMARKET.COM - Di tengah euforia dan menjamurnya kelas edukasi kripto yang menetapkan biaya mahal, muncul suara kritis dari salah satu tokoh industri itu sendiri. Sindiran keras ini datang untuk menyoroti fenomena pencitraan di dunia aset digital yang sedang populer.

Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi para pelaku lama di ekosistem mata uang kripto tanah air. Mereka menyaksikan bagaimana citra kekayaan instan kerap kali lebih mudah dijual daripada pengetahuan fundamental.

Oscar Darmawan, seorang figur penting di industri, memberikan pandangannya mengenai fenomena ini melalui sebuah unggahan digital. Momen ini terekam dalam sebuah video yang ia publikasikan pada hari Rabu, tepatnya tanggal 01/04/2026.

Dalam video tersebut, Oscar Darmawan secara blak-blakan membeberkan resep rahasia untuk tampil layaknya seorang miliarder kripto tanpa perlu benar-benar menguasai pasar. Ini adalah sebuah kritik tajam terhadap praktik yang ada.

Metode yang ia ungkapkan ternyata tidak berlandaskan pada profitabilitas dari kegiatan trading yang sesungguhnya atau investasi jangka panjang yang solid. Fokusnya justru bergeser pada aspek penampilan luar.

Oscar Darmawan menekankan bahwa kunci utama untuk terlihat sukses adalah melalui pembangunan citra yang sangat terencana dan dieksekusi dengan rapi. Ini adalah seni menjual narasi kekayaan.

"Bukan lewat trading atau investasi, melainkan lewat pencitraan yang rapi dan terencana," ujar Oscar Darmawan mengenai cara cepat untuk mencapai persepsi sebagai miliarder kripto.

Pernyataan ini secara implisit menyindir para penyelenggara kursus yang mungkin menjual harapan kekayaan cepat berdasarkan penampilan, bukan substansi ilmu yang diajarkan. Hal ini dilansir dari unggahan video yang beredar luas.

Kritik ini muncul sebagai respons terhadap semakin banyaknya penawaran kelas edukasi kripto berbayar yang menjanjikan jalan pintas menuju keuntungan besar bagi para pemula.