BisnisMarket - Salah satu amalan saat di tanah suci yang dilakukan adalah tawaf wada. Banyak sumber yang menyatakan bahwa tawaf wada adalah amalan paling akhir di tanah suci. Lalu bolehkah tidur setelah tawaf wada dilakukan?

Jawaban dari pertanyaan tersebut membuat banyak pihak penasaran. Oleh sebab itu, daftar penjelasannya akan dibahas dalam artikel ini secara mendetail. Inilah informasi lengkapnya:

Hakikat Tawaf Wada

Sebelum membahas kaitan tidur setelah tawaf wada, maka perlu dipahami dulu hakikat tawaf wada secara jelas. Jadi sebenarnya, tawaf wada adalah proses yang dilakukan jamaah saat akan meninggalkan Makkah.

Jika dilihat dari sisi arti, tawaf wada adalah selamat tinggal. Jadi jika melakukan tawaf wada, artinya sedang berpamitan dengan kota Makkah yang akan ditinggalkannya. Proses ini dilakukan paling akhir dalam proses ibadah di tanah suci.

Untuk melakukan tawaf wada juga ada aturannya sesuai syariat. Jadi jamaah tidak bisa melakukannya semaunya sendiri karena ada aturannya sendiri. Jika tidak disesuaikan dengan syariat, maka bisa dipastikan prosesnya tidak sah.

Apakah Boleh Tidur Setelah Tawaf Wada?

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, tawaf wada harus dilakukan dengan tata cara yang benar. Sedangkan proses tawaf wada artinya berpamitan sebelum meninggalkan kota Makkah. Lalu bolehkah tidur setelah tawaf wada dilakukan?

Pasti banyak yang menanyakan hal ini karena berkaitan dengan larangan dan sahnya proses tawaf wada. Jadi jawabannya adalah tidak boleh. Apabila sudah melakukan tawaf wada dan tidur atau menetap kembali di Makkah, maka tawaf wada yang sudah dilakukan dianggap gagal.