BISNISMARKET.COM - Kota Bogor yang dikenal dengan hawa sejuknya kini tengah merasakan peningkatan suhu udara yang signifikan. Warga merasakan perubahan cuaca yang tidak biasa ini, menimbulkan pertanyaan tentang kondisi iklim yang mereka alami.

Suhu udara pada siang hari tercatat melonjak tajam, mencapai kisaran 32 hingga 34 derajat Celsius. Kondisi ini diperparah dengan minimnya intensitas hujan yang turun belakangan ini.

Fenomena cuaca panas yang terjadi di Kota Hujan ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat setempat. Mereka yang terbiasa dengan suhu udara yang lebih bersahabat kini merasa khawatir.

Ada kekhawatiran yang muncul di kalangan masyarakat apakah peningkatan suhu ini masih dalam batas kewajaran atau justru menjadi pertanda nyata dari dampak perubahan iklim yang kian terasa.

Dr. Givo Alsepan, seorang dosen yang ahli di Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, memberikan pandangan ilmiah mengenai faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kenaikan suhu di Bogor. Ia menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan hasil akumulasi dari berbagai elemen.

"Ini merupakan akumulasi dari berbagai elemen," ujar Dr. Givo Alsepan.

Menurut penjelasan Dr. Givo Alsepan, kombinasi antara fenomena El Nino dan pesatnya laju urbanisasi di Kota Bogor menjadi dua faktor utama yang memicu peningkatan suhu udara. El Nino menyebabkan penurunan curah hujan, sementara urbanisasi meningkatkan intensitas panas.

"Fenomena cuaca panas ini menjadi perhatian serius masyarakat Bogor, yang terbiasa dengan udara yang lebih bersahabat," kata Dr. Givo Alsepan.

Akibatnya, warga Bogor merasakan udara yang terasa semakin gerah dan tidak nyaman. Perubahan ini berdampak pada aktivitas sehari-hari dan kenyamanan penghuni kota.