BISNISMARKET.COM - Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) memberikan apresiasi tinggi terhadap implementasi kebijakan mandatori biodiesel B50 yang saat ini tengah dijalankan di tanah air.
FINI memandang kebijakan ini memiliki korelasi yang sangat kuat dan positif terhadap perkembangan serta keberlanjutan industri nikel yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi nasional.
Ketua FINI, Arif Perdana Kusumah, menjelaskan bahwa kebijakan penggunaan biodiesel B50 ini secara signifikan mendukung upaya dekarbonisasi. Upaya ini sedang gencar dijalankan oleh sektor pertambangan dan hilirisasi nikel.
"Kebijakan B50 ini sangat mendukung upaya dekarbonisasi yang sedang dijalankan oleh sektor pertambangan dan hilirisasi nikel," ujar Arif Perdana Kusumah.
Hal ini sejalan dengan komitmen global yang semakin kuat untuk bersama-sama mengurangi emisi karbon di seluruh dunia.
Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, kebijakan ini menunjukkan keselarasan Indonesia dengan tren global dalam transisi energi bersih.
Implementasi biodiesel B50 juga diharapkan dapat mendorong peningkatan daya saing industri nikel Indonesia di pasar internasional.
Melalui dukungan terhadap dekarbonisasi, Indonesia berupaya memposisikan diri sebagai produsen nikel yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan.
Hal ini penting mengingat permintaan global terhadap produk nikel yang terus meningkat, terutama untuk industri baterai kendaraan listrik.