JAKARTA, BisnisMarket.com -
Ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot tajam hingga pertengahan
tahun 2026 dan muncul kekhawatiran Indonesia bisa turun status menjadi pasar
berkembang terdepan (frontier market) menurut lembaga pemeringkat indeks
global, satu pertanyaan besar muncul di benak banyak pelaku pasar: Akankah
Danantara turun tangan sebagai penyelamat instan?
Jawabannya tegas dan jelas. Lembaga pengelola
investasi negara itu menegaskan posisinya, sekaligus membuka arah kebijakan
yang lebih mendasar bagi masa depan bursa saham Indonesia.
Bukan Alat Penyelamat Sesaat
Dikutip dari Bloomberg Technoz terbitan 10 Juli 2026,
Head of Public Investment Danantara Investment Management, Rani Piputri
menyampaikan bahwa Danantara tidak dirancang untuk menjadi instrumen penyelamat
atau bailout bursa saham. Hal ini berlaku meskipun tekanan pasar terus
membesar, termasuk jika Indonesia nantinya dipindahkan ke klasifikasi pasar
yang lebih rendah oleh penyedia indeks seperti MSCI maupun S&P Dow Jones
Indices.
“Yang jelas, Danantara bukanlah kendaraan untuk
melakukan bailout. Tujuan kami adalah membuat pasar modal Indonesia menjadi
lebih kuat dan lebih dalam,” tegasnya dalam ajang Reuters Next Asia Summit
2026.
Ia menambahkan bahwa suntikan dana jangka pendek hanya
akan memberikan efek sesaat dan tidak memberi manfaat berkelanjutan bagi
perkembangan pasar. Danantara juga tidak bermaksud menggantikan peran investor
asing yang memilih keluar saat pasar sedang tertekan.
Menghormati Proses Penilaian Independen
Menanggapi peninjauan yang dilakukan lembaga indeks
global, Rani menjelaskan bahwa Danantara menghormati metodologi independen yang
digunakan MSCI, FTSE Russell, maupun S&P DJI. Lembaganya hanya menjadi
salah satu pihak yang dimintai pandangan dalam proses konsultasi, bukan
pengambil keputusan akhir.
Tekanan yang muncul justru dipandang sebagai momen
yang tepat untuk mempercepat reformasi pasar modal. Karena pada akhirnya,
investor membutuhkan pasar yang lebih likuid, transparan, serta memiliki tata
kelola yang baik agar kepercayaan bisa tumbuh kembali.