BISNISMARKET.COM - Wilayah Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, mengalami guncangan ringan pada Minggu sore hari ini akibat aktivitas seismik. Gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,6 tercatat sebagai peristiwa yang menarik perhatian publik setempat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi sumber utama yang merilis data resmi mengenai kejadian gempa tersebut. Informasi ini krusial untuk memahami skala dan lokasi pasti dari getaran yang dirasakan.

Peristiwa seismik ini tercatat secara spesifik terjadi pada pukul 16:59 Waktu Indonesia Timur (WIT). Waktu kejadian pada sore hari ini bertepatan dengan saat banyak masyarakat tengah beraktivitas, sehingga getaran dirasakan secara langsung.

Menurut data yang dikeluarkan oleh BMKG, titik pusat atau episentrum gempa M3,6 ini berada di kawasan daratan. Penentuan lokasi episentrum di darat memberikan gambaran awal mengenai sumber mekanisme pergerakan lempeng yang memicu guncangan.

Getaran ringan yang terjadi memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat Nabire mengenai potensi dampak yang mungkin timbul. Respon publik ini merupakan hal wajar menyusul adanya aktivitas kegempaan di wilayah mereka.

Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, peristiwa gempa dengan magnitudo 3,6 ini merupakan bagian dari catatan aktivitas tektonik rutin di kawasan tersebut. Meskipun berkekuatan relatif kecil, getarannya tetap terdeteksi oleh sensor BMKG.

"Sebuah peristiwa gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,6 dilaporkan mengguncang wilayah Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada hari Minggu sore ini," demikian dikutip dari JAKARTAHYPE.COM.

"Peristiwa seismik ini tercatat terjadi tepat pada pukul 16:59 Waktu Indonesia Timur (WIT)," tambah informasi tersebut.

"Menurut data resmi yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa berada di darat," bunyi keterangan yang disampaikan.