BISNISMARKET.COM - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), perusahaan yang bergerak di penyediaan layanan transportasi, logistik, serta ekosistem kendaraan bekas, berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang solid pada kuartal pertama tahun 2026. Kinerja ini menunjukkan adanya penguatan fundamental di lini bisnis utama perseroan.
Secara spesifik, pendapatan ASSA pada periode Januari hingga Maret 2026 mencapai angka Rp1,54 triliun. Angka tersebut merefleksikan peningkatan signifikan sebesar 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp1,39 triliun pada kuartal I 2025.
Pergerakan positif ini dikonfirmasi oleh jajaran manajemen bahwa pilar bisnis logistik menjadi motor utama dalam mendorong peningkatan pendapatan perseroan selama kuartal tersebut. Selain itu, lini bisnis rental korporasi dan penjualan kendaraan bekas turut memberikan kontribusi yang stabil.
"Penguatan pilar bisnis logistik serta performa stabil di lini rental korporasi dan penjualan kendaraan bekas menjadi penggerak utama pertumbuhan pendapatan Perseroan periode ini," kata Prodjo Sunarjanto, Direktur Utama ASSA, dalam keterangan resminya pada Selasa, 28 April 2026.
Dilansir dari STOCKWATCH.ID, kenaikan pendapatan ini turut diiringi oleh peningkatan pada beban biaya operasional perusahaan. Peningkatan biaya ini merupakan konsekuensi logis dari langkah strategis perseroan dalam melakukan investasi jangka panjang pada infrastruktur.
Beban pokok pendapatan ASSA pada kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp1,08 triliun, meningkat dari posisi Rp967,21 miliar pada kuartal pertama tahun sebelumnya. Sementara itu, beban umum dan administrasi juga mengalami kenaikan menjadi Rp225,05 miliar dari Rp182,45 miliar di tahun 2025.
Meskipun pendapatan meningkat, laba tahun berjalan yang berhasil dibukukan ASSA sedikit lebih rendah, yakni mencapai Rp141,45 miliar pada kuartal I 2026. Penurunan tipis ini disebabkan oleh akumulasi beban biaya yang dialokasikan untuk investasi dan persiapan proyek baru.
Prodjo Sunarjanto juga menyoroti bahwa kondisi geopolitik global yang masih menunjukkan ketidakpastian memaksa ASSA untuk mengambil langkah yang lebih hati-hati dalam melakukan ekspansi sepanjang tahun 2026. Fokus utama diarahkan pada peningkatan efisiensi dan kualitas layanan yang sudah ada.
"Sekarang ini kami akan lebih fokus pada upaya untuk memenuhi permintaan yang ada sambil terus menata infrastruktur agar makin baik dan bisa tumbuh secara sehat di 2026," ujarnya.