JAKARTA, BisnisMarket.com - Momen jelang Hari Raya Idul Fitri kerap diwarnai lonjakan harga kebutuhan pokok. Namun, kali ini Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara (BI Sumut) hadir dengan gebrakan luar biasa di Kota Medan, menawarkan program pangan murah yang bikin geleng-geleng kepala! Bayangkan saja, daging ayam dan sapi bisa didapatkan hanya dengan transaksi Rp 1 menggunakan QRIS. Sebuah strategi brilian yang tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen ampuh dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Terobosan BI Sumut: Pangan Berkualitas, Harga Bersahabat

Dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan menjelang Lebaran 2026, BI Sumut meluncurkan program pangan murah yang menyasar berbagai pasar tradisional di Medan. Program inovatif ini memungkinkan masyarakat untuk membeli daging ayam ras dan daging sapi dengan harga yang sangat terjangkau, bahkan hanya Rp 1 melalui pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

"Kegiatan tersebut guna membantu menjaga harga pangan tetap stabil di pasar," ujar Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut, Rudy Brando Hutabarat, dilansir dari Antara (18/3). Ia menambahkan, "Program tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat tetap stabil menjelang Lebaran di Medan dan sekitarnya."

Lebih lanjut, program ini memberikan insentif menarik. Setiap pembelian daging ayam ras dengan QRIS, masyarakat akan mendapatkan tambahan 10 butir telur ayam secara gratis. Sementara itu, untuk pembelian daging sapi, konsumen akan memperoleh bonus karkas. Inisiatif ini tidak hanya menurunkan harga jual, tetapi juga memberikan nilai tambah yang signifikan bagi konsumen.

Ekonomi Sirkular dan Digitalisasi: Kunci Stabilitas Harga

Program pangan murah yang digagas BI Sumut ini merupakan contoh nyata penerapan ekonomi sirkular yang berpadu dengan digitalisasi pembayaran. Dengan mendorong penggunaan QRIS, BI Sumut tidak hanya memfasilitasi transaksi yang lebih efisien dan aman, tetapi juga secara aktif mensosialisasikan dan meningkatkan literasi digital masyarakat terhadap alat pembayaran non-tunai.

"Program transaksi Rp 1 juga menjadi upaya sosialisasi untuk meningkatkan penggunaan QRIS di kalangan masyarakat," ungkap Rudy Brando Hutabarat. Langkah ini sejalan dengan agenda nasional untuk mempercepat digitalisasi sistem pembayaran, yang pada akhirnya akan mendorong efisiensi transaksi ekonomi secara keseluruhan.


Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Rudy Brando Hutabarat memantau program Rp1 di Pasar Petisah Medan, Sumatera Utara pada Senin, 16 Maret 2026) (Foto ANTARA/M.Sahbainy Nasution)