BISNISMARKET.COM - Program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memang menjadi dambaan banyak talenta muda Indonesia untuk menempuh studi lanjutan di kancah internasional tanpa terbebani biaya. Namun, di balik fasilitas pembiayaan penuh tersebut, terdapat tanggung jawab moral yang mengikat para penerimanya untuk mengabdi kembali kepada negeri. Kewajiban pengabdian ini merupakan konsekuensi logis karena dana yang dikelola LPDP bersumber dari pajak masyarakat Indonesia.
Pemerintah menaruh harapan besar bahwa para peraih beasiswa ini akan mengaplikasikan keilmuan mereka untuk menciptakan dampak positif, baik melalui inovasi riset, pembukaan lapangan kerja baru, maupun kontribusi nyata lainnya bagi pembangunan nasional. Sejumlah kisah sukses menunjukkan bahwa banyak awardee yang kembali membawa perubahan signifikan setelah menyelesaikan studi mereka di luar negeri. Hal ini membuktikan bahwa investasi negara melalui LPDP membuahkan hasil nyata bagi kemajuan bangsa.
Salah satu contoh inspiratif adalah Handika Surbakti, awardee LPDP tahun 2019, yang melihat program ini sebagai batu loncatan untuk peningkatan kapasitas diri sekaligus perluasan jaringan profesional. Handika memilih mendalami studi S2 di Universitas Indonesia dengan spesialisasi ekonomi dan keuangan syariah, serta fokus riset pada teknologi finansial atau fintech. Ia menyampaikan hal ini saat sesi berbagi bersama Mata Garuda pada Rabu (4/3/2026) malam.
Handika menyoroti dukungan komprehensif yang diberikan LPDP, meliputi aspek finansial hingga fasilitas penunjang akademik yang sangat membantu proses studinya. "Saya lihat karena itu LPDP adalah benar-benar support kita untuk bisa studi dengan baik, dengan berbagai macam dukungan yang diberikan," ungkapnya. Dukungan menyeluruh ini menjadi modal penting bagi penerima beasiswa untuk berkembang baik secara akademik maupun koneksi profesional.
Menyadari amanah untuk memberikan social and economic return, Handika kini aktif sebagai Ketua Pilar Capacity Building di organisasi alumni Mata Garuda. Menurutnya, kegiatan mentoring dan keterlibatannya di asosiasi fintech Indonesia merupakan wujud nyata kontribusi sosial dan ekonomi pasca-studi. Hal ini sejalan dengan penekanan LPDP sejak awal bahwa penerima harus memberikan manfaat yang melampaui keuntungan pribadi.
Sementara itu, semangat pengabdian juga ditunjukkan oleh Yustina, awardee batch kedua tahun 2025, yang akan menempuh doktoral di King's College London, Inggris, dalam bidang kanker dan farmasi, khususnya pengawasan kosmetik berbasis na