JAKARTA, BisnisMarket.com - Pasar saham kembali dikejutkan oleh lonjakan tajam saham BDMN dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Dalam waktu singkat, saham ini berubah dari yang cenderung “diam” menjadi salah satu yang paling aktif diburu investor.
Pada Rabu pagi, 22 April 2026, saham BDMN langsung melesat hingga menyentuh auto reject atas (ARA) sebesar 25% ke level Rp 3.850. Lonjakan ini melanjutkan tren positif dari hari sebelumnya yang sudah naik 18,46%.
Pergerakan cepat ini membuat banyak pelaku pasar mulai bertanya-tanya: apa yang sebenarnya mendorong saham ini tiba-tiba “meledak”?
Lonjakan Cepat, Transaksi Ikut Membludak
Tak hanya harga yang naik drastis, aktivitas perdagangan saham BDMN juga ikut melonjak. Dalam waktu singkat, puluhan juta saham berpindah tangan dengan nilai transaksi menembus ratusan miliar rupiah.
Kondisi ini menunjukkan bahwa minat beli sedang sangat tinggi. Ketika permintaan melonjak sementara jumlah saham beredar terbatas, harga pun terdorong naik lebih cepat.
Dari Sideways ke Rally Tajam
Jika melihat pergerakan historis, saham BDMN sempat berada di level Rp 3.280 pada pertengahan 2023. Namun setelah itu, saham ini melemah ke kisaran Rp 2.400 dan bergerak stagnan cukup lama.
Kini situasinya berbalik drastis. Setelah lama bergerak datar, saham ini akhirnya breakout dan mencetak level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.