JAKARTA, BisnisMarket.com - Kabar terbaru datang dari PT Pertamina (Persero) yang mengumumkan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) untuk periode Mei 2026. Keputusan ini tentu saja menjadi sorotan tajam, terutama bagi para pelaku ekonomi dan masyarakat luas yang bergantung pada ketersediaan energi terjangkau. Mampukah ekonomi Indonesia bertahan dari potensi gejolak yang ditimbulkan?

Sinyal Ekonomi yang Perlu Diwaspadai

Penyesuaian harga BBM oleh Pertamina bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah sinyal kuat yang dapat memengaruhi denyut nadi perekonomian nasional. Kenaikan harga BBM, sekecil apapun, berpotensi memicu efek domino yang signifikan. Mulai dari biaya transportasi yang membengkak, harga barang-barang pokok yang ikut merangkak naik, hingga daya beli masyarakat yang tergerus.

Para ekonom memprediksi bahwa kenaikan harga BBM Pertamina ini dapat menjadi salah satu pemicu inflasi yang perlu diwaspadai di tahun 2026. Mereka menyatakan bahwawa setiap kenaikan harga BBM akan berdampak langsung pada biaya logistik dan produksi, yang pada akhirnya akan diteruskan kepada konsumen. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi.

Rincian Harga BBM Pertamina Mei 2026: Mana yang Paling Menguras Kantong?

Berdasarkan informasi yang dihimpun, berikut adalah daftar harga BBM Pertamina yang berlaku mulai 1 Mei 2026 dilansir dari Bloomberg Technoz (1/5):

DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta

  • Pertamax: Rp12.300/liter
  • Pertamax Turbo: Rp19.400/liter
  • Pertamax Green: Rp12.900/liter
  • Dexlite: Rp23.600/liter
  • Pertamina Dex: Rp23.900/liter
  • Pertalite: Rp10.000/liter
  • Biosolar: Rp6.800/liter

Riau dan Kepulauan Riau