BISNISMARKET.COM - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) terus menegaskan komitmennya sebagai bank digital dengan fokus utama pada transformasi digital yang berkelanjutan. Strategi ini didukung oleh optimalisasi sinergi kuat di dalam ekosistem BRI Group untuk mendorong pertumbuhan bisnis.
Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan, Bank Raya berhasil menjalankan langkah transformasi digital yang kokoh. Inovasi yang dilakukan pada Aplikasi Raya menjadi penopang utama pertumbuhan bisnis, baik dalam penyaluran kredit maupun penghimpunan dana pihak ketiga.
Pencapaian ini mengindikasikan bahwa Bank Raya masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan transaksi perbankan digital. Bank Raya berperan sebagai digital attacker BRI Group yang mempercepat laju ekonomi digital di Indonesia.
Laporan keuangan konsolidasian audited per 31 Desember 2025 menunjukkan hasil signifikan, dengan penyaluran kredit digital mencapai Rp28,75 triliun, tumbuh 39,8% secara tahunan (year-on-year/yoy). Hal ini mendongkrak outstanding kredit digital Bank Raya hingga Rp3,07 triliun, atau meningkat 33,9% (yoy).
Secara keseluruhan, pertumbuhan kredit digital tersebut menopang total kredit Bank Raya menjadi Rp7,72 triliun, yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,3% (yoy). Peningkatan signifikan dalam penyaluran kredit ini turut mendorong pertumbuhan pendapatan bunga pada tahun 2025 sebesar 14,0% (yoy), mencapai Rp1,19 triliun dari posisi Rp1,05 triliun pada tahun 2024.
Porsi kredit digital kini telah mendominasi portofolio Bank Raya, mencapai 39,8% dari total kredit, naik dari 32,1% di akhir 2024. Bank Raya menargetkan porsi kredit digital akan semakin mendominasi total portofolio kredit pada tahun 2026 mendatang.
Pada sisi simpanan, Bank Raya berhasil mencatatkan pertumbuhan digital saving sebesar Rp2,20 triliun, melonjak 66,7% (yoy). Pertumbuhan ini diimbangi dengan peningkatan transaksi pada Aplikasi Raya yang mencapai 4,7 juta transaksi, atau naik 16,3% (yoy).
Bank Raya juga giat mengembangkan basis dana Current Account Savings Account (CASA) melalui ekspansi tabungan digital, sehingga rasio CASA pada 2025 tercatat sebesar 33,62%, meningkat dari 27,50% pada tahun 2024. Bank Raya berhasil mendigitalisasi lebih dari 1 juta nasabah, termasuk komunitas dan pelaku usaha, melalui inovasi fitur yang sesuai kebutuhan.
"Kami optimis bisnis digital terus memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan. Di tengah dinamika global, kami selalu berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental sebagai bukti keberhasilan kami bertransformasi menjadi bank digital,” ujar Ida Bagus Ketut Subagia Direktur Utama Bank Raya.