BISNISMARKET.COM - Kondisi kulit yang halus pada area ketiak menjadi dambaan banyak wanita Indonesia dalam menjaga penampilan sehari-hari. Namun, sebagian orang mungkin menghadapi tantangan berupa munculnya tekstur kulit menyerupai kulit ayam atau yang dikenal sebagai keratosis pilaris di area tersebut.
Kondisi kulit ayam ini, meskipun tidak tergolong berbahaya secara medis, seringkali menimbulkan rasa kurang percaya diri. Hal ini terutama terasa ketika seseorang ingin mengenakan busana tanpa lengan saat beraktivitas di luar ruangan.
Secara umum, kondisi keratosis pilaris ini termasuk sangat umum terjadi pada banyak individu. Fenomena ini terjadi akibat adanya penumpukan keratin yang menyumbat pada folikel rambut di kulit.
Akibat dari penyumbatan folikel rambut tersebut, permukaan kulit ketiak dapat membentuk benjolan-benjolan kecil. Benjolan ini umumnya memiliki warna kemerahan atau terkadang terlihat keputihan.
Meskipun demikian, permasalahan kulit ketiak ini dapat diatasi dengan langkah-langkah penanganan yang tepat. Ada beberapa metode efektif yang dapat dicoba untuk meminimalisir penampakan bintik-bintik tersebut.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, terdapat serangkaian cara yang disarankan oleh para ahli untuk menangani isu kulit ketiak ini secara optimal. Penanganan ini bertujuan mengembalikan kehalusan kulit.
Salah satu pendekatan yang disarankan adalah dengan melakukan eksfoliasi secara teratur dan lembut pada area ketiak. Eksfoliasi membantu mengangkat sel kulit mati yang menyebabkan sumbatan.
Selain itu, ahli juga menekankan pentingnya menjaga kelembapan kulit setelah proses pembersihan. Penggunaan pelembap yang mengandung bahan tertentu dapat membantu memperbaiki tekstur kulit dari waktu ke waktu.
"Kondisi seperti ini tidaklah berbahaya dan sangat umum terjadi," menggarisbawahi bahwa banyak orang mengalami hal serupa, seperti yang disampaikan oleh pakar kesehatan kulit.