BISNISMARKET.COM - Investor asing menunjukkan minat yang sangat besar terhadap pasar modal Indonesia pada periode perdagangan 4 hingga 8 Mei 2026. Tercatat, dana asing masuk bersih atau net foreign buy mencapai angka jumbo, tepatnya sebesar Rp12,265 triliun di seluruh pasar.

Namun, besarnya aliran dana asing tersebut ternyata tidak sepenuhnya menggambarkan minat umum terhadap pasar reguler. Sebagian besar dari total net buy tersebut ditopang oleh transaksi khusus yang berkaitan erat dengan aksi korporasi dua emiten besar.

Dua saham yang menjadi pusat perhatian investor asing adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan PT Pinago Utama Tbk (PNGO). Kedua transaksi korporasi inilah yang menjadi mesin utama di balik catatan net foreign buy yang spektakuler pada pekan tersebut.

Berdasarkan data perdagangan yang tersedia, saham MAPI menjadi kontributor terbesar dalam akumulasi dana asing. Saham emiten ritel gaya hidup ini mencatatkan net foreign buy tertinggi mencapai Rp11,854 triliun sepanjang minggu tersebut.

Rincian transaksi menunjukkan bahwa pembelian asing di MAPI mencapai Rp11,917 triliun, sementara dana yang keluar melalui penjualan hanya senilai Rp63 miliar. Fenomena ini terjadi karena adanya aksi korporasi penting yang mengubah struktur kepemilikan saham MAPI.

Pacific Universal Investments Pte. Ltd., sebuah entitas yang berbasis di Singapura, diketahui mengakuisisi saham MAPI dengan memborong sebanyak 8,47 miliar saham, setara dengan 51% kepemilikan. Transaksi ini secara efektif memindahkan kendali MAPI dari PTSatya Mulia Gema Gemilang kepada perusahaan holding investasi tersebut.

Sementara itu, saham PNGO juga mengalami peralihan kepemilikan signifikan setelah diambil alih oleh AEP Nusantara Holdings Limited, perusahaan yang beroperasi dari Hong Kong. Sebanyak 732,17 juta lembar saham PNGO berpindah tangan dengan harga rata-rata per saham mencapai Rp3.584.

Di luar dua aksi korporasi besar tersebut, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menarik perhatian investor asing di pasar reguler. Asing membukukan net buy signifikan sebesar Rp761,8 miliar untuk saham BBRI, dengan total nilai transaksi mencapai Rp4,48 triliun.

Pergerakan akulatif asing pada saham BBRI turut memberikan dampak positif pada harga sahamnya, yang berhasil menguat 8,31% dalam sepekan dan ditutup pada level Rp3.260.