BATAM, BisnisMarket.com – Penyanyi dangdut Givri Taj kembali menyapa penikmat musik tanah air melalui karya terbaru bertajuk "Hari Raya". Menariknya, lagu yang kental dengan nuansa Melayu ini merupakan hasil ciptaan sang penyanyi sendiri yang digarap di sela-sela waktu mudiknya.
Proses terciptanya single "Hari Raya" tergolong cukup singkat dan spontan. Givri mengungkapkan bahwa ide pembuatan lagu tersebut muncul saat ia sedang berada di kampung halamannya, Batam.
"Kebetulan saya sedang di kampung halaman, di Batam. Saya terpikir untuk membuat karya khusus untuk momen Lebaran. Jadi, liriknya langsung saya tulis saat itu juga," ujar Givri Taj saat dihubungi awak media.
Setelah lirik rampung, Givri bekerja sama dengan penata musik (arranger) Bang Ali untuk menggarap aransemennya. Untuk urusan visual, Givri juga terjun langsung mengonsep video klipnya dengan bantuan rekan-rekannya di Batam.
Mengenai pemilihan genre, Givri sengaja menonjolkan unsur Melayu yang megah, terinspirasi dari gaya bermusik diva asal Malaysia, Siti Nurhaliza. Langkah ini diambil karena ia ingin mengangkat identitas budaya Batam yang sangat lekat dengan nuansa Melayu.
"Saya pilih mengangkat Melayu karena di Batam unsur Melayunya sangat kental. Musiknya sendiri terinspirasi dari lagu-lagu Siti Nurhaliza," jelasnya.
Meski diproduksi dalam waktu yang cukup singkat, yakni hanya 14 hari mulai dari penulisan lagu hingga syuting video klip, Givri menjamin kualitas hasilnya tetap maksimal dan memuaskan.
Single "Hari Raya" dijadwalkan rilis di berbagai platform musik digital pada 18 Maret 2026. Karya ini menjadi lagu kedua yang liriknya ditulis langsung oleh Givri setelah sebelumnya merilis lagu religi berjudul "Allah ya Karim".
"Jika tahun lalu 'Allah ya Karim' nuansanya sangat religi, kali ini 'Hari Raya' liriknya lebih universal. Lagu ini menceritakan tentang euforia masyarakat dalam menyambut Lebaran," tutup penyanyi yang bernaung di bawah manajemen Slip Live Work dan label Elite Music tersebut.