BISNISMARKET.COM - Jaksa di Amerika Serikat secara resmi mendakwa seorang personel militer aktif atas dugaan keterlibatan dalam skema perdagangan orang dalam (insider trading). Tentara yang menjadi subjek dakwaan ini diduga memperoleh keuntungan besar dari informasi rahasia mengenai operasi militer penting.

Sosok yang didakwa tersebut diketahui bernama Gannon Ken Van Dyke, seorang prajurit aktif yang bertugas di Fort Bragg, North Carolina. Van Dyke diduga berhasil meraup keuntungan fantastis melebihi US$400.000, setara dengan kurang lebih Rp6,89 miliar, melalui aktivitas ilegal ini.

Dilansir dari Financial Times pada Minggu (3/5/2026), dakwaan federal yang dibuka pada hari Kamis menyebutkan bahwa Van Dyke memanfaatkan data sensitif yang ia miliki. Informasi rahasia tersebut digunakan untuk memasang taruhan pada platform prediksi yang berbasis teknologi blockchain, Polymarket.

Van Dyke diduga memanfaatkan pengetahuannya tentang operasi militer AS di luar negeri untuk meraih keuntungan finansial pribadi yang tidak semestinya. Tindakan ini merupakan pelanggaran berat terhadap kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai anggota angkatan bersenjata.

Pelaksana tugas Jaksa Agung AS, Todd Blanche, menekankan pentingnya kerahasiaan dalam tugas militer. "Personel militer dipercaya mengelola informasi rahasia untuk menjalankan misi secara aman dan efektif," ujar Todd Blanche.

Blanche melanjutkan penekanannya mengenai konsekuensi dari penyalahgunaan informasi tersebut. "Penggunaan informasi tersebut untuk keuntungan pribadi merupakan pelanggaran serius," tegas Todd Blanche.

Ia juga menyoroti aspek baru dari kasus ini terkait pasar prediksi digital. "Akses luas terhadap pasar prediksi merupakan fenomena yang relatif baru," kata Todd Blanche. Namun, ia menambahkan bahwa hukum yang berlaku tetap relevan, "Namun demikian, hukum federal terkait perlindungan informasi keamanan nasional tetap berlaku penuh dalam konteks tersebut," jelas Todd Blanche.

Menurut dokumen dakwaan, antara bulan Desember hingga Januari, Van Dyke memasang sekitar 13 jenis taruhan dengan total nilai US$33.034. Taruhan tersebut secara spesifik berkaitan dengan posisi seperti "US Forces in Venezuela" dan prediksi "Maduro out" sebelum tanggal 31 Januari.

Setelah berhasil mengumpulkan keuntungan sekitar US$409.881 dari taruhan tersebut, Van Dyke diduga segera mengambil langkah untuk menyamarkan jejak keuangannya. Ia dilaporkan memindahkan sebagian besar dana tersebut ke brankas kripto yang berada di luar negeri.