INDIA, BisnisMarket.com - Pasar pembayaran digital India kini berada di titik panas. Sejumlah raksasa teknologi dunia seperti Amazon dan Meta dikabarkan mulai bergerak bersama untuk menantang dominasi besar yang selama ini dipegang oleh Google Pay dan PhonePe.
Langkah ini bukan sekadar persaingan bisnis biasa, melainkan pertarungan besar untuk memperebutkan kendali atas ekosistem Unified Payments Interface (UPI), sistem pembayaran instan yang menjadi tulang punggung transaksi digital di India.
Eksekutif dari Amazon Pay, WhatsApp milik Meta, CRED, MobiKwik, hingga Super.money milik Flipkart dijadwalkan bertemu dengan National Payments Corporation of India (NPCI) pada Kamis, 30 April 2026.
Pertemuan tersebut disebut menjadi momen penting dalam upaya menekan ketimpangan pasar yang selama ini dinilai terlalu berpihak pada dua pemain besar: PhonePe dan Google Pay.
Berdasarkan data terbaru dari NPCI, PhonePe yang berada di bawah Walmart bersama Google Pay saat ini menguasai sekitar 80 persen dari total 22,6 miliar transaksi UPI yang tercatat sepanjang Maret 2026.
Angka tersebut menunjukkan betapa kuatnya cengkeraman kedua platform itu di pasar pembayaran digital India. Sementara pemain lain seperti Paytm, Amazon Pay, hingga berbagai pendatang baru masih berjuang keras untuk merebut pangsa pasar yang tersisa.
PhonePe bahkan mencatat pencapaian luar biasa dengan lebih dari 700 juta pengguna terdaftar dan 50 juta mitra pedagang.
Jaringannya juga telah menjangkau hingga 98 persen kode pos di India, membuat posisinya nyaris tak tergoyahkan tanpa campur tangan regulasi yang serius.
Inilah yang menjadi sumber keresahan para pemain lain.