JAKARTA, BisnisMarket.com -
Bayangkan ada pihak yang bisa menelepon, mengirim pesan, dan mengirim email
ribuan kali dalam satu waktu, siang malam tanpa istirahat, tidak pernah lelah,
dan biayanya jauh lebih murah dari karyawan biasa. Terdengar menguntungkan bagi
perusahaan, kan? Tapi bagaimana jika pihak itu yang datang menagih utang Anda,
dan ternyata data yang mereka pegang salah besar? Inilah kenyataan baru yang
sedang terjadi: Kecerdasan Buatan atau AI kini mulai mengambil alih salah satu
pekerjaan yang paling tidak disukai banyak orang, yaitu penagihan utang.
Dilansir dari Bloomberg Technoz (1/6), sejumlah
perusahaan teknologi dan lembaga penagihan di Amerika Serikat sudah mulai
menerapkan agen AI untuk menangani seluruh proses penagihan, mulai dari
pemberitahuan hingga negosiasi pembayaran. Teknologi ini diadopsi bukan tanpa
alasan. Perusahaan pengelola utang mengklaim AI mampu bekerja terus-menerus,
menangani ribuan percakapan sekaligus, dan yang paling utama: memangkas biaya
operasional secara drastis.
Keunggulan Besar Bagi Dunia Bisnis
Salah satu contoh yang populer adalah bot bernama Eve,
yang dirancang berbicara persis seperti petugas penagih manusia. Perusahaan
seperti Domu, Altur, Moveo, hingga Floatbot kini menyediakan layanan serupa,
bahkan Domu mengaku sistemnya saja sudah menangani sekitar 70 juta panggilan
tersambung setiap bulan. Kehebatan AI ini bukan hanya soal jumlah, tapi juga
kecerdasannya.
"Perusahaan-perusahaan tersebut mengembangkan
teknologi AI yang mampu menyesuaikan gaya bicara berdasarkan profil penerima
telepon. Beberapa sistem bahkan dapat mengubah aksen bahasa, menganalisis
riwayat percakapan, serta mendeteksi kondisi tertentu seperti kehilangan
pekerjaan atau masalah kesehatan untuk menentukan respons yang diberikan,"
tulis laporan tersebut.
Bagi pelaku usaha dan lembaga keuangan, ini adalah
terobosan besar. Proses jadi jauh lebih cepat, jangkauan lebih luas, dan beban
kerja manusia berkurang drastis. Pendukung teknologi ini berpendapat, penagihan
dengan AI justru lebih nyaman karena tidak ada pertemuan tatap muka yang
seringkali memalukan atau menegangkan. Ditambah lagi, profesi penagih utang
dikenal memiliki tingkat kepuasan kerja sangat rendah, sehingga otomatisasi
dianggap langkah logis dan tepat. Secara ekonomi, ini berarti peningkatan pemasukan,
efisiensi biaya, dan aliran kas yang lebih lancar.
Bahaya Nyata yang Sering Diabaikan
Namun, di balik keuntungan besar itu, tersimpan risiko
serius yang bisa merugikan konsumen dan bahkan merusak reputasi bisnis itu
sendiri. Kasus nyata pernah dialami seorang warga bernama Ben dari Portland. Ia
terus ditelepon oleh Eve terkait utang sebesar US$266 atau setara sekitar
Rp4,75 juta (berdasarkan kurs rata-rata Rp17.850 per dolar AS per awal Juni
2026), padahal utang itu sudah lunas berbulan-bulan sebelumnya. AI tersebut
tetap menagih dengan gigih sampai akhirnya petugas manusia turun tangan dan
memperjelas masalah tersebut. Bayangkan betapa stres dan kesal jika Anda berada
di posisinya!
Kelompok perlindungan konsumen mulai bersuara keras.
Susan Shin, Direktur Hukum organisasi New Economy Project, menegaskan: