JAKARTA, BisnisMarket.com
- Bayangkan sebuah kontainer yang terlihat berisi barang-barang umum siap
dijual di pasar lokal. Namun di balik penampakannya yang biasa tersembunyi
bahaya besar yang bisa merusak masa depan ribuan orang dan menggerus kas
negara. Inilah kisah pengungkapan jaringan penyelundupan narkoba dalam skala
masif yang baru saja terkuak.
Modus Penyamaran yang Canggih
Dilansir dari Bloomberg Technoz (4/7), Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN)
berhasil membongkar upaya penyelundupan sekitar 3,37 ton bunga ganja jenis
kanabinoid yang berasal dari Thailand dan masuk melalui Pelabuhan Internasional
Tanjung Priok.
Pelaku tidak menggunakan cara biasa. Mereka menerapkan
teknik penyamaran atau false concealment, dengan menyembunyikan narkotika
golongan I itu ke dalam tumpukan koper perjalanan dan di dalam gulungan kasur
lateks. Barang itu didaftarkan ke petugas bea cukai sebagai barang konsumsi
biasa agar lolos dari pengawasan.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.)
Djaka Budhi Utama menegaskan bahwa jaringan penyelundup terus berinovasi untuk
mengelabui petugas. “Melalui pemanfaatan teknologi, analisis risiko, dan
sinergi dengan aparat penegak hukum, Bea Cukai bersama BNN berhasil
menggagalkan upaya peredaran narkotika dalam jumlah besar sebelum mencapai
masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Jejak yang Membawa pada Temuan Besar
Pengungkapan ini bermula dari kecurigaan tim gabungan
terhadap satu kontainer dari Thailand yang berisi tumpukan koper. Setelah
dipantau hingga ke lokasi pembongkaran, petugas menemukan kemasan tersembunyi
berbungkus aluminium foil di dalam sebagian barang tersebut. Penyelidikan
lanjutan menunjukkan pola serupa pada kiriman lain yang didaftarkan sebagai
kasur lateks.
Pengawasan diperketat hingga akhirnya empat truk
pengangkut diamankan—tiga di wilayah Gresik dan satu di Purwakarta. Hasil
pembongkaran memastikan muatan aslinya: sekitar 1,6 ton ganja tersembunyi di
dalam koper, dan sisanya sekitar 1,76 ton disembunyikan di dalam gulungan kasur
lateks.
Dampak Ekonomi dan Sosial yang Sang besar