BANDUNG, BisnisMarket.com - Gelombang perhatian publik tengah mengarah pada dunia kampus setelah muncul dugaan kasus pelecehan yang melibatkan seorang profesor di Universitas Padjadjaran (Unpad).

Kasus ini mencuat bukan melalui laporan resmi yang langsung diumumkan ke publik, melainkan dari tangkapan layar percakapan yang viral di media sosial. Dalam isi percakapan tersebut, sosok yang diduga sebagai pelaku disebut merupakan Guru Besar Fakultas Keperawatan berinisial IY.

Yang membuat kasus ini semakin sensitif, korban diduga adalah seorang mahasiswi pertukaran yang tengah menempuh pendidikan di lingkungan kampus tersebut, posisi yang dinilai rentan karena berada jauh dari lingkungan asalnya.

Respons cepat datang dari kalangan mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kema Unpad bersama BEM Kema Fakultas Keperawatan Unpad langsung menyampaikan sikap resmi mereka kepada publik.

Mereka menegaskan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan berbagai pihak penting, mulai dari Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS), dekanat fakultas, hingga rektorat kampus.

Dalam pernyataan tersebut, BEM tidak hanya menyampaikan keprihatinan, tetapi juga menegaskan sikap tanpa kompromi terhadap segala bentuk kekerasan seksual.

“Tidak ada tempat bagi kekerasan di lingkungan akademik,” menjadi pesan kuat yang digaungkan.

BEM juga secara terbuka menyatakan dukungan penuh kepada korban, termasuk dalam hal perlindungan, pendampingan, hingga proses pemulihan. Mereka menekankan bahwa keberanian korban untuk bersuara harus direspons dengan perlindungan maksimal, bukan tekanan.

Tak kalah penting, mahasiswa mendesak pihak fakultas untuk segera mengambil langkah preventif. Salah satu yang disoroti adalah pembatasan interaksi terhadap pihak yang dilaporkan, baik dalam kegiatan akademik maupun non-akademik, selama proses penanganan berlangsung.