YOGYAKARTA, BisnisMarket.com – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tengah melakukan penelusuran terhadap dua nama alumni yang disebut-sebut terseret dalam dugaan skandal pemalsuan riset pada konferensi internasional di Denmark. Penelusuran ini dilakukan menyusul ramainya perbincangan di media sosial yang menyeret nama sejumlah periset asal Indonesia.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Prof. Nur Hidayanto, menegaskan bahwa pihak kampus masih berhati-hati dalam menyikapi informasi yang beredar karena hingga saat ini belum ada laporan resmi yang diterima universitas.
"Kami perlu klarifikasi dan konfirmasi dulu. Karena tidak ada foto jelasnya kan. Bener nama orangnya yang itu atau bukan, sekali lagi, kami perlu klarifikasi, konfirmasi dulu," ujar Nur Hidayanto saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2026).
Menurut Nur, dua nama yang ramai dibicarakan di media sosial tersebut tercatat dalam basis data UNY sebagai lulusan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), jurusan Matematika, dengan tahun kelulusan berbeda, yaitu 2017 dan 2018.
Meskipun demikian, pihak kampus belum dapat memastikan apakah kedua alumni tersebut identik dengan pihak yang disebut dalam dugaan kasus pemalsuan riset di konferensi internasional tersebut.
UNY menekankan bahwa proses klarifikasi dilakukan secara hati-hati untuk memastikan keakuratan informasi dan menghindari potensi kerugian hukum maupun pencemaran nama baik.
"Kami juga masih memproses, istilahnya belum ada laporan resmi ke kami juga, yang ada kan baru sosial media. Kami harus hati-hati supaya tidak ada masalah di kelak kemudian hari, supaya kami tidak menzalimi juga, nah itu kan kami klarifikasi," tambah Nur.
Saat dimintai akses kontak kedua alumni tersebut, pihak UNY menolak memberikannya dengan alasan perlindungan data pribadi. "Kalau itu saya tidak berani, karena itu personal," tegas Nur.
Dugaan Pemalsuan di Denmark