JAKARTA, BisnisMarket.com - Dunia pendidikan kembali berduka! Seorang pelajar MTs di Tual Maluku meregang nyawa setelah menjadi korban penganiayaan oknum anggota Brimob. Bagaimana kronologi kejadian tragis ini? Siapa sosok Bripda MS yang tega melakukan tindakan brutal tersebut? Dan apa langkah tegas yang akan diambil oleh Polri? Temukan jawabannya di sini!
Insiden bermula saat Bripda MS bersama rekan-rekannya dari Brimob Batalyon C Pelopor menggelar patroli cipta kondisi di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, Kamis (19/2/2026) dini hari. Patroli yang menggunakan kendaraan taktis ini awalnya menyisir kawasan Mangga Dua Langgur sekitar pukul 02.00 WIT.
Berawal dari Balap Liar
Tim patroli kemudian menerima informasi dari warga tentang adanya keributan yang berujung pemukulan di sekitar area Tete Pancing. Saat tiba di lokasi, Bripda MS dan sejumlah rekannya membubarkan aksi balap liar.
Helm Maut Melayang
Nahas, berselang 10 menit kemudian, dua sepeda motor yang dikendarai oleh AT (korban) dan NK (15) melaju kencang dari arah Desa Ngadi menuju Tete Pancing. Bripda MS yang berada di lokasi mengayunkan helm taktikal ke arah pengendara motor tersebut.
"Helm yang diayunkan tersebut mengenai pelipis korban AT hingga korban terjatuh dari sepeda motor dalam posisi telungkup," dilansir dari Kompas.com. Sepeda motor korban kemudian menabrak motor NK, menyebabkan NK mengalami patah tulang tangan kanan.
Nyawa Tak Tertolong
AT yang dalam kondisi kritis dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur. Namun sayang, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 13.00 WIT.
Reaksi Keras Yusril