Pasar komoditas global dikejutkan oleh lonjakan tajam harga emas pada pembukaan perdagangan pekan ini. Ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi motor utama yang mendorong minat investor terhadap aset aman. Sang logam mulia kini berada di jalur tren positif yang sangat kuat akibat eskalasi konflik yang kian memanas.

Berdasarkan data pasar spot pada Senin (2/3/2026) pukul 07:23 WIB, emas dunia bertengger di level US$ 5.361,9 per troy ons. Angka ini mencerminkan kenaikan signifikan sebesar 1,59 persen dibandingkan posisi penutupan akhir pekan sebelumnya. Pencapaian tersebut merupakan rekor tertinggi yang pernah tercatat sejak akhir Januari silam atau dalam sebulan terakhir.

Pergerakan harga emas saat ini menandai tren penguatan yang konsisten selama empat hari perdagangan berturut-turut. Secara akumulatif, nilai komoditas ini telah terangkat hingga 2,37 persen secara point-to-point dalam kurun waktu tersebut. Investor nampaknya terus memburu emas sebagai instrumen perlindungan nilai di tengah kekacauan politik global yang meluas.

Pemicu utama ledakan harga ini adalah eskalasi militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ketegangan memuncak setelah serangan gabungan AS dan Israel dilaporkan menghantam wilayah kedaulatan Iran pada akhir pekan lalu. Kabar mengenai wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan tersebut langsung mengguncang sentimen pasar secara masif.

Pemerintah Teheran tidak tinggal diam dan segera merespons agresi tersebut dengan meluncurkan serangan balasan besar-besaran ke wilayah Israel. Tidak hanya itu, Iran juga menargetkan berbagai pangkalan militer milik Amerika Serikat yang tersebar di wilayah strategis Teluk. Situasi ini menciptakan kekhawatiran akan pecahnya perang terbuka yang lebih luas dan merusak stabilitas kawasan.

Berbagai fasilitas militer di sejumlah negara seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain kini menjadi sasaran serangan balik dari pihak Iran. Dampak dari konflik bersenjata ini langsung merembet ke stabilitas ekonomi dan keamanan di seluruh wilayah Timur Tengah. Para pelaku pasar global pun bersiap menghadapi kemungkinan gangguan pasokan energi serta logistik internasional.

Situasi yang sangat dinamis ini membuat pergerakan harga emas diprediksi akan terus bergejolak dalam jangka pendek. Jika ketegangan militer terus berlanjut tanpa ada upaya deeskalasi, harga logam mulia berpotensi menguji level psikologis baru yang lebih tinggi. Para investor kini bersikap sangat waspada dalam mengambil keputusan di tengah badai geopolitik yang belum mereda.

Sumber: Bloombergtechnoz

https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/101266/harga-emas-trengginas-akibat-timteng-memanas-mau-jual-atau-beli