BISNISMARKET.COM - Serangan udara besar-besaran dilaporkan menghantam wilayah Israel pada Kamis malam waktu setempat, yang bertepatan dengan Jumat (6/3/2025) pagi hari di waktu Indonesia. Kejadian ini ditandai dengan munculnya ledakan dahsyat yang dilaporkan mengguncang area Tel Aviv secara signifikan, menimbulkan kekhawatiran meluas di kawasan tersebut. Kerusakan akibat serangan ini terlihat jelas di berbagai titik di wilayah Israel Tengah.

Media pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Teheran telah melancarkan penembakan rudal yang diarahkan "terhadap target di jantung Tel Aviv". Konfirmasi ini muncul setelah militer Israel sebelumnya menyatakan tengah berupaya keras untuk mencegat proyektil yang datang dari arah Iran. Eskalasi ketegangan ini menambah panjang daftar insiden militer terbaru antara kedua negara.

Saksi mata di lapangan memberikan kesaksian dramatis mengenai situasi yang terjadi. Wartawan dari AFP yang berada di Tel Aviv melaporkan adanya dua gelombang ledakan yang terjadi hampir bersamaan, menggema di seluruh penjuru kota. Selain itu, jejak roket juga tampak menyinari langit malam di Netanya, sebuah kota pesisir yang terletak di sebelah utara Tel Aviv.

Menanggapi insiden tersebut, layanan darurat Israel, Magen David Adom (MDA), langsung bergerak cepat ke lokasi-lokasi yang terdampak oleh serangan tersebut. Meskipun demikian, hingga laporan ini diturunkan, MDA menyatakan bahwa mereka belum menerima laporan mengenai adanya korban jiwa akibat hantaman rudal tersebut.

MDA juga telah merilis rekaman visual yang memperlihatkan kondisi sebuah properti hunian di Israel bagian tengah yang diduga kuat terkena dampak langsung. Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas halaman bangunan mengalami kerusakan parah, termasuk tumbangnya beberapa pohon dan kerusakan struktural lainnya.

Pihak kepolisian Israel segera mengamankan lokasi kejadian yang melibatkan jatuhnya proyektil tersebut demi investigasi lebih lanjut. Sementara itu, militer Israel telah mengeluarkan instruksi resmi kepada warga sipil untuk segera meninggalkan area yang dianggap tidak aman dan mencari perlindungan di tempat yang telah ditentukan.

Insiden ini menandai peningkatan signifikan dalam konfrontasi militer di kawasan tersebut, dengan serangan terkoordinasi yang dilaporkan mengenai pusat kota utama Israel. Semua pihak terkait kini fokus pada penilaian kerusakan total serta memitigasi potensi risiko lanjutan yang mungkin timbul pasca rentetan serangan ini.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Cnbcindonesia. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.