BISNISMARKET.COM - Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan BUMN, Ferry Irawan, melakukan kunjungan langsung ke pusat produksi PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) pada hari Selasa (31/3/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau kondisi terkini industri perhiasan emas nasional.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah untuk memastikan kesinambungan rantai pasok emas nasional. Fokus utama mencakup integrasi penuh dari sektor hulu hingga hilir, termasuk penguatan kegiatan usaha bullion.
Direktur PT UBS sekaligus Ketua Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI), Eddy Yahya, mengungkapkan bahwa dinamika global telah memberikan tekanan signifikan pada sektor ini. Salah satu indikasi utama hambatan tersebut terlihat pada ekspor perhiasan emas yang tertahan menuju Dubai, pasar krusial bagi industri.
Meskipun menghadapi tantangan ekspor jangka pendek, pelaku industri tetap optimis terhadap prospek permintaan di masa mendatang. Eddy Yahya menyoroti bahwa budaya menabung dan berinvestasi dalam emas di Indonesia telah tertanam kuat, layaknya yang terjadi di India.
Optimisme ini mendorong industri perhiasan emas untuk percaya diri bahwa permintaan pasar akan kembali membaik seiring dengan normalisasi kondisi global. Selain itu, Eddy menekankan pentingnya penguatan sisi pasokan bahan baku melalui pengembangan bisnis bullion di dalam negeri.
Terkait kebutuhan bahan baku, Eddy Yahya menyampaikan harapan pelaku industri kepada pemerintah. "Kami berharap kegiatan usaha bullion dapat mendukung ketersediaan bahan baku emas yang lebih efisien dan kompetitif bagi industri," ujar Eddy dikutip Senin (6/4/2026).
Pemerintah, melalui Deputi Ferry Irawan, menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem emas nasional secara terintegrasi. "Pemerintah akan terus mengkonsolidasikan kesinambungan hulu hingga hilir, sehingga daya saing ekosistem emas secara keseluruhan dapat terus kita tingkatkan," pungkas Deputi Ferry.
Eddy Yahya juga menyampaikan apresiasi atas dukungan kebijakan pemerintah yang telah diterapkan selama ini. Hal ini termasuk implementasi Bea Keluar emas yang dinilai memberikan dampak positif dalam menguatkan industri dalam negeri.
Di sisi lain, APPI turut memberikan masukan strategis kepada pemerintah, khususnya mengenai penyempurnaan kebijakan perpajakan. Masukan tersebut juga mencakup upaya penguatan struktur pasar emas domestik agar lebih kokoh.