BISNISMARKET.COM - Adira Finance menghadapi tantangan signifikan dalam menjaga stabilitas pendanaan perusahaan di tengah dinamika pasar keuangan saat ini. Tantangan utama datang dari kebijakan suku bunga yang fluktuatif serta peningkatan imbal hasil (yield) pada instrumen obligasi di pasar domestik.

Perusahaan pembiayaan ini mengandalkan instrumen obligasi sebagai salah satu tulang punggung utama dalam mengamankan kebutuhan dana operasional mereka. Proporsi obligasi yang digunakan Adira Finance mencapai angka 51 persen dari total sumber pendanaan yang dikelola perusahaan.

Sisanya, atau 49 persen dari kebutuhan pendanaan Adira Finance, dipenuhi melalui skema pinjaman yang diperoleh dari berbagai lembaga perbankan mitra. Strategi diversifikasi sumber pendanaan ini menjadi kunci penting dalam menjaga keberlanjutan operasional perusahaan.

Kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral dan dampaknya pada biaya dana menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan secara mendalam oleh manajemen. Hal ini secara langsung mempengaruhi biaya penerbitan obligasi baru maupun biaya pinjaman bank.

"Adira Finance andalkan 51% obligasi untuk pendanaan, sisanya pinjaman bank," adalah pernyataan yang menunjukkan struktur pendanaan yang sangat bergantung pada pasar modal melalui surat utang. Struktur ini rentan terhadap perubahan sentimen investor terhadap obligasi korporasi.

Peningkatan yield obligasi di pasar sekunder menjadi indikator bahwa investor menuntut imbal hasil yang lebih tinggi untuk menahan risiko yang ada. Keadaan ini tentu saja meningkatkan biaya modal bagi Adira Finance ketika mereka berencana melakukan penerbitan obligasi baru.

Diversifikasi pendanaan yang dilakukan perusahaan, yaitu antara obligasi dan pinjaman bank, menjadi upaya untuk memitigasi risiko jika salah satu sumber pendanaan mengalami kenaikan biaya yang signifikan. Hal ini merupakan bagian dari manajemen risiko likuiditas perusahaan.

Stabilitas pendanaan menjadi fokus utama perusahaan agar kegiatan pembiayaan konsumen, seperti kredit kendaraan bermotor, dapat terus berjalan tanpa hambatan berarti. Penyesuaian strategi pendanaan menjadi langkah antisipatif yang perlu dilakukan segera.

Dilansir dari sumber yang memuat pernyataan tersebut, disebutkan bahwa diversifikasi ini adalah kunci stabilitas dalam menghadapi ketidakpastian suku bunga dan yield obligasi yang cenderung meningkat. Upaya ini menunjukkan kehati-hatian manajemen dalam mengelola biaya dana.