BISNISMARKET.COM - Penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh pihak kepolisian mengungkap fakta mengejutkan mengenai modus pelarian para terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Aksi keji tersebut terjadi di kawasan Jalan Salemba, Senen, Jakarta Pusat (Jakpus).
Fakta terbaru menunjukkan bahwa setelah berhasil melancarkan aksinya, keempat pelaku tersebut tidak langsung menghilang. Mereka ternyata sempat melakukan manuver taktis dengan mengganti pakaian mereka untuk mempersulit pelacakan oleh aparat penegak hukum.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imannudin, membeberkan kronologi pelarian para pelaku. Pelaku teridentifikasi berjumlah empat orang yang bergerak menggunakan dua unit sepeda motor berbeda saat kejadian.
Peristiwa serangan yang menimpa aktivis KontraS tersebut terjadi pada Kamis malam, tepatnya pukul 20.37 WIB. Setelah penyiraman berlangsung, para pelaku segera memisahkan diri dan bergerak ke arah yang berbeda untuk menghilangkan jejak.
"Pelaku berjumlah empat orang mengendarai dua sepeda motor," ujar Kombes Iman Imannudin, membenarkan jumlah pelaku dan moda transportasi yang digunakan.
Salah satu unit sepeda motor, yang dinaiki oleh dua Orang Tak Dikenal (OTK 1 dan OTK 2), dilaporkan mengambil rute yang cukup berani saat melarikan diri. Mereka nekat melawan arus lalu lintas di Jalan Salemba.
"Satu motor yang ditumpangi OTK 1 dan OTK 2 ini kabur dengan melawan arus di Jalan Salemba menuju Pasar Senen," kata Kombes Iman Imannudin, merinci jalur pelarian awal mereka.
Setelah keluar dari Salemba, jejak mereka terdeteksi bergerak melalui Jalan Kramat Raya, kemudian menuju Tugu Tani. Rute ini mengindikasikan upaya untuk keluar dari area pusat kota dengan cepat.
Perjalanan pelarian tersebut berakhir dengan pergerakan menuju wilayah Jakarta Selatan, setelah sempat melewati area sekitar Stasiun Gondangdia. Ini menunjukkan perencanaan rute yang matang pasca-penyerangan.