JAKARTA, BisnisMarket.com - Pernahkah Anda membayangkan sebuah peringatan yang begitu tegas, menggema dari pucuk pimpinan tertinggi negara, yang ditujukan langsung kepada para pemegang amanah rakyat? Sebuah seruan yang bukan hanya sekadar retorika, melainkan sebuah ultimatum yang siap berujung pada tindakan nyata. Inilah yang baru saja dilontarkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam sebuah momen yang tak hanya penting, tetapi juga berpotensi mengubah lanskap birokrasi dan penegakan hukum di Indonesia. Dengan tatapan tajam dan nada suara yang tak menyisakan keraguan, Presiden Prabowo memberikan sinyal kuat: era pembiaran praktik menyimpang telah berakhir.
Peringatan Keras untuk Lingkaran Kekuasaan
Dilansir dari Kompas.com (23/3), dalam sebuah diskusi yang dihadiri oleh para jurnalis dan pakar, Presiden Prabowo Subianto tak segan-segan menyampaikan instruksi tegasnya kepada seluruh jajaran pejabat negara, termasuk para petinggi di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Pesan utamanya jelas: segera lakukan pembenahan internal di masing-masing institusi. Tujuannya tak lain adalah untuk memperkuat fondasi penegakan hukum yang adil dan, yang terpenting, mengembalikan serta menjaga kepercayaan publik yang sempat terkikis.
"Makanya saya, ke semua kawan-kawan di semua lembaga saya kasih tahu saja, you bersihkan dirimu, atau you nanti akan dibersihkan," tegas Presiden Prabowo, seperti dikutip dari video yang dibagikan oleh Sekretariat Presiden pada Minggu (22/3/2026). Pernyataan ini bukan sekadar gertakan, melainkan sebuah komitmen serius untuk melakukan transformasi bangsa secara menyeluruh.
Langkah Nyata Menteri PU: Bukti Instruksi Dijalankan
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa instruksi tersebut tidak hanya berhenti di telinga para menteri dan kepala lembaga. Sejumlah pembantunya diklaim telah langsung menindaklanjuti arahan tersebut dengan serius. Sebagai contoh konkret, Presiden menyebut nama Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo. Dodi dinilai sebagai sosok yang tegas dalam mengambil tindakan terhadap pejabat yang terbukti melakukan pelanggaran.
"Kalau Anda lihat Menteri PU saya sekarang, siapa, Dody, orangnya kan baik, tapi kalau mau main-main, dia pecat dua dirjen," ujar Presiden Prabowo, menggambarkan betapa seriusnya penindakan yang telah dimulai. Ini menunjukkan bahwa reformasi birokrasi tidak hanya menyasar satu atau dua institusi, melainkan merambah ke seluruh perangkat negara yang memiliki kewenangan dalam menegakkan hukum.
Menuntut Profesionalisme TNI dan Polri
Perhatian khusus Presiden Prabowo juga ditujukan kepada institusi TNI dan Polri. Ia mendorong kedua institusi ini untuk segera melakukan pembenahan internal demi menjaga marwah dan kepercayaan publik. "Polisi harus beresin diri. Saya alumni TNI, TNI harus beda sendiri. Saya enggak rela institusi saya yang begitu dicintai rakyat tercemar oleh pejabat-pejabat," ungkap Presiden Prabowo dengan nada prihatin.