BisnisMarket.com - Setiap ibadah dalam agama Islam, memiliki syarat dan aturan yang harus terpenuhi. Apabila tidak, maka ibadah tersebut tidak akan diterima. Begitu pula dengan puasa, terdapat syarat sah puasa yang harus dilakukan oleh kaum muslimin.

Terkait dengan syaratnya, ibadah ini mengharuskan mereka yang muslim untuk melakukannya. Apabila tidak muslim, maka berpuasa tak terhitung sebagai ibadah maupun pahala.
Selain muslim, mereka yang berpuasa juga harus berakal dan telah baligh atau dewasa, yang ditandai dengan mengalami haid atau mimpi basah. Sebelum melakukan ibadah ini, dianjurkan untuk niat dan suci dari berbagai najis maupun hadast.
Melakukan ibadah puasa tak harus dilakukan oleh semua orang muslim, hanya mereka yang mampu saja. Apabila tidak mampu melakukan ibadah tersebut, kaum muslimin dianjurkan membayar penggantinya yang disebut dengan fidyah.
Setelah mengetahui syarat sah puasa ada baiknya tahu pula apa saja larangannya. Kaum muslimin yang berpuasa tidak boleh mengonsumsi makanan maupun minuman di siang hari. Lalu bagaimana jika tidak sengaja untuk mengonsumsi sesuatu?
Maka ibadah tersebut tetap terhitung sebagai berpuasa dan boleh untuk dilanjutkan. Tentunya dengan keharusan makanan atau minuman tersebut segera dikeluarkan dari mulut, lalu berkumur.
Larangan lainnya adalah tidak melakukan sesuatu yang mengikuti hawa nafsu, misalnya melakukan zina ataupun onani. Dua aktivitas tersebut terhitung sebagai faktor yang bisa membatalkan ibadah berpuasa.
Agar lebih memahami konteks, maksud, dan syarat sah puasa, berikut adalah penjelasan yang paling sering ditanyakan, diantaranya:

Junub

Banyak yang penasaran apakah mereka yang sedang junub diperbolehkan untuk melakukan ibadah berpuasa. Jawabannya adalah diperbolehkan, sebab tidak termasuk ketentuan sahnya berpuasa. Mereka yang sedang junub hanya tidak boleh melakukan shalat maupun tawaf. 

Keluar Cairan Laki-laki

Berikutnya adalah pertanyaan mengenai keluarnya Cairan Laki-laki saat berpuasa. Menurut pendapat dari jumhur ulama, mereka yang keluar mani saat sedang berpuasa dianggap batal puasanya karena tidak bisa menjaga syahwat.

Pikiran Kotor

Ada pula pertanyaan mengenai sahnya puasa apabila pikiran kotor, apakah puasa menjadi batal? Jawabannya adalah tidak, puasa masih tetap bisa dilanjutkan. Namun berpikiran kotor selama puasa dianggap mengurangi pahala dari ibadah ini.

Sikat Gigi