BISNISMARKET.COM - Di tengah duka mendalam akibat ambruknya mushala di Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran, nama KH R. Abdus Salam Mujib mencuri perhatian publik. Sebagai pengasuh pesantren sekaligus tokoh keagamaan terkemuka di Sidoarjo, beliau tampil menenangkan, menyerukan kesabaran, dan mengingatkan bahwa musibah ini adalah takdir yang harus diterima dengan ikhlas.
KH R. Abdus Salam Mujib berasal dari keluarga besar ulama yang sudah turun-temurun membina Pondok Pesantren Al-Khoziny. Ia merupakan putra dari KH. Abdul Mujib Abbas, salah satu penerus generasi pendiri pesantren. Al-Khoziny sendiri berdiri lebih dari satu abad yang lalu, didirikan oleh KH R. Khozin Khoiruddin atau Kiai Khozin Sepuh, seorang ulama kharismatik yang dikenal luas di kalangan pesantren Jawa Timur.
Pesantren ini menjadi pusat pengajaran kitab kuning dan pendidikan karakter santri, serta berperan penting dalam perkembangan tradisi keilmuan Islam di wilayah Sidoarjo. Garis keilmuan dan sanad pengajarannya masih terjaga hingga kini di bawah kepemimpinan Kiai Abdus Salam Mujib.
Sebagai pengasuh pesantren, Kiai Abdus Salam dikenal memiliki kepedulian besar terhadap kemajuan pendidikan Islam. Ia terus mendorong santrinya untuk menyeimbangkan ilmu agama dengan pengetahuan umum.
Di bawah kepemimpinannya, sistem pendidikan di Al-Khoziny berkembang pesat, mulai dari madrasah diniyah, pendidikan formal, hingga perguruan tinggi Institut Agama Islam (IAI) Al-Khoziny yang kini menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam ternama di Sidoarjo.
Kiai Abdus Salam juga dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan di luar pesantren. Ia menjabat sebagai Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, posisi yang menandakan kepercayaan besar masyarakat terhadap keilmuan dan kepemimpinannya.
Usai insiden ambruknya mushala tiga lantai di kompleks pesantren pada Senin, 28 September 2025, Kiai Abdus Salam tampil menenangkan masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersabar dan mengambil hikmah dari peristiwa ini.
“Saya kira ini takdir dari Allah. Semuanya harus bisa bersabar, dan mudah-mudahan diganti dengan yang lebih baik oleh Allah,” ungkapnya dalam wawancara pasca kejadian.
Kiai Abdus Salam juga menuturkan bahwa kegiatan belajar mengajar di pondok untuk sementara dihentikan hingga kondisi benar-benar pulih. Ia memastikan proses pemulihan akan dilakukan dengan penuh kehati-hatian.