BISNISMARKET.COM - Nama HM Kunang (Haji Muhammad Kunang) atau yang lebih dikenal dengan sapaan Abah Kunang, ayah Ade Kuswara mendadak menjadi sorotan publik setelah diduga ikut diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi pada Kamis, 19 Desember 2025.
HM Kunang disebut diamankan bersama sang putra, Ade Kuswara Kunang, yang menjabat sebagai Bupati Bekasi sekaligus menjadi bupati termuda dalam sejarah daerah tersebut.
HM Kunang bukan sosok asing di Kabupaten Bekasi. Ia dikenal sebagai tokoh lokal berpengaruh yang memiliki jejaring kuat di tingkat desa hingga organisasi masyarakat. Dalam kesehariannya, Abah Kunang menjabat sebagai Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, posisi yang telah lama memberinya ruang untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat akar rumput.
Sebagai kepala desa, ia dikenal memiliki pengaruh politik dan sosial yang cukup besar. Ia bukan hanya memimpin pemerintahan desa, tetapi juga aktif membangun basis massa melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Kedekatannya dengan warga membuat namanya cukup disegani, terutama di wilayah Cikarang Selatan dan sekitarnya.
Selain itu, ia juga tercatat sebagai pendiri organisasi masyarakat Ikatan Putra Daerah (Ikaput) serta Garda Pasundan, dua ormas yang memiliki fokus pada isu kedaerahan, kebudayaan, dan solidaritas masyarakat Sunda. Keberadaan organisasi ini memperkuat posisinya sebagai figur sentral dalam dinamika sosial-politik lokal Bekasi.
Peran di Balik Karier Politik Sang Anak
Nama HM Kunang kerap dikaitkan dengan perjalanan politik Ade Kuswara Kunang. Sebagai ayah, ia disebut memiliki peran penting dalam membangun jaringan sosial dan politik yang menopang langkah Ade hingga berhasil memenangkan Pemilihan Kepala Daerah 2024. Kedekatan dengan tokoh masyarakat, ormas, serta basis pemilih di tingkat bawah menjadi salah satu kekuatan yang tak terpisahkan dari figur HM Kunang.
Ade Kuswara Kunang sendiri dikenal sebagai politisi muda dari PDI Perjuangan yang naik dengan cepat ke panggung politik daerah. Namun, keberhasilan tersebut juga membuat sorotan terhadap keluarga semakin tajam, terutama setelah keduanya diduga diamankan dalam OTT KPK.
Dugaan Diamankan Bersama dalam OTT KPK
Dalam operasi senyap yang berlangsung sejak 17–18 Desember 2025, tim penyidik KPK mengamankan sekitar 10 orang di wilayah Bekasi. HM Kunang diduga termasuk dalam pihak yang diamankan bersama Ade Kuswara Kunang. Keduanya disebut berada di Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif pasca-penangkapan.
Sebagai bagian dari tindak lanjut OTT, KPK juga melakukan penyegelan sejumlah ruangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, termasuk ruang kerja Bupati Bekasi serta Kantor Dinas Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora). Penyegelan tersebut berlangsung singkat, namun cukup menegaskan keseriusan penyidikan yang tengah berjalan.