BISNISMARKET.COM - Nama Himawan Haidar Bahran menjadi perhatian publik setelah tragedi pendakian Gunung Slamet yang merenggut nyawa sahabatnya, Syafiq Ridhan Ali Razan. Himawan adalah rekan pendakian sekaligus saksi terakhir yang berinteraksi langsung dengan Syafiq sebelum dinyatakan hilang dan kemudian ditemukan meninggal dunia setelah 17 hari pencarian.
Himawan Haidar Bahran merupakan seorang remaja berusia 18 tahun, berasal dari Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Ia diketahui masih berstatus pelajar dan menjalani aktivitas pendidikan sebagaimana remaja seusianya. Sebelum peristiwa ini, Himawan bukan figur publik dan dikenal sebagai pribadi yang sederhana serta aktif dalam keseharian sekolah.
Minatnya terhadap kegiatan alam bebas, khususnya pendakian gunung, menjadi salah satu alasan ia bersama Syafiq memutuskan mendaki Gunung Slamet. Namun, keduanya tergolong pendaki pemula dan belum memiliki pengalaman panjang menghadapi karakter ekstrem Gunung Slamet yang dikenal memiliki medan terjal dan cuaca yang cepat berubah.
Kronologi Pendakian Bersama Syafiq Ali
Himawan dan Syafiq memulai pendakian pada Sabtu malam, 27 Desember 2025, melalui jalur Dipajaya, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Keduanya berencana melakukan pendakian tektok, yakni naik dan turun dalam satu hari tanpa bermalam.
Di tengah perjalanan, Himawan mengalami cedera pada bagian kaki akibat terkilir, yang membuatnya kesulitan untuk melanjutkan perjalanan turun. Dalam kondisi fisik yang melemah, Himawan meminta Syafiq untuk melanjutkan pendakian lebih dulu guna mencari bantuan. Syafiq kemudian melanjutkan perjalanan, sementara Himawan memilih beristirahat di lereng gunung dan tertidur.
Sekitar pukul 10.30 WIB, Himawan terbangun dan menyadari Syafiq tak kunjung kembali. Tak lama setelah itu, ia mendengar suara teriakan Syafiq yang memanggil namanya, terdengar dari arah jurang berbatu dengan vegetasi yang mulai menipis. Panggilan itu menjadi kontak terakhir yang didengar Himawan dari sahabatnya.
Mendengar suara tersebut, Himawan sempat berusaha mencari Syafiq di sekitar aliran air dan tebing, namun tidak menemukan keberadaan temannya. Karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan dan hari mulai gelap, Himawan memutuskan untuk naik ke arah puncak guna mencari pendaki lain dan meminta pertolongan.
Ia bermalam di lereng gunung dalam kondisi kelelahan ekstrem, bertahan hingga akhirnya bertemu dengan pendaki lain keesokan harinya. Himawan kemudian berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan dibawa turun dalam keadaan selamat, meski mengalami luka fisik dan tekanan psikologis berat.
Setelah dipulangkan ke rumahnya di Dusun Rejoso, Jambewangi, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, kondisi fisik Himawan dilaporkan berangsur membaik. Ia bahkan telah kembali bersekolah sejak Rabu, 7 Januari 2026, dan mulai menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa.