JAKARTA, BISNISMARKET.COM - Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Universitas Gadjah Mada (UGM) dan masyarakat setelah kabar meninggalnya Bagas Amar Hakiki, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Prancis Fakultas Ilmu Budaya UGM. 

Bagas Amar Hakiki menjadi salah satu dari empat korban yang ditemukan meninggal dunia di kawasan wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, saat tengah berlibur bersama keluarganya dalam fasilitas glamping

Kepergian Bagas menyisakan kesedihan besar, terlebih karena sosoknya dikenal sebagai mahasiswa muda yang memiliki semangat belajar tinggi dan berbagai rencana besar untuk masa depannya.

Bagas diketahui merupakan mahasiswa angkatan 2022 yang menempuh pendidikan di Program Studi Bahasa dan Sastra Prancis, Fakultas Ilmu Budaya UGM. 

Informasi mengenai kabar duka tersebut turut disampaikan melalui akun resmi Program Studi Bahasa dan Sastra Prancis UGM yang mengunggah ucapan belasungkawa atas berpulangnya Bagas pada Rabu, 27 Mei 2026. 

Unggahan tersebut menggambarkan betapa kehilangan ini menjadi pukulan besar bagi sivitas akademika yang mengenal perjalanan akademik dan karakter Bagas selama menempuh studi.

Di lingkungan kampus, Bagas dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dan berprestasi. Meski masih berada di usia muda, ia disebut memiliki komitmen kuat untuk menyelesaikan pendidikan dengan baik. 

Salah satu hal yang membuat banyak orang terharu adalah fakta bahwa Bagas sedang berada pada fase akhir penyelesaian studinya dan telah menargetkan untuk mengikuti wisuda pada Agustus 2026. Skripsinya disebut hampir selesai dan berbagai persiapan menuju kelulusan telah mulai dilakukan.

Kabar tersebut semakin menyentuh karena perjalanan akademik Bagas sebenarnya sudah hampir mencapai garis akhir. Kerabat keluarga menyampaikan bahwa Bagas memiliki semangat besar untuk segera menyelesaikan studi dan membanggakan keluarganya melalui gelar sarjana dari UGM.