JAKARTA, Bisnismarket.com – Memasuki bulan suci Ramadan, pemandangan jamaah yang memadati masjid untuk menunaikan shalat Tarawih menjadi rutinitas yang syahdu.
Namun, satu hal yang sering menjadi pertanyaan, terutama bagi generasi muda, adalah perbedaan jumlah rakaat: 11 rakaat (8 rakaat Tarawih + 3 Witir) dan 23 rakaat (20 rakaat Tarawih + 3 Witir).
Perbedaan rakaat shalat tarawih tersebut bahkan saat ini masih menjadi perdebatan dikalangan umat islam yang masih awam.
Mengapa perbedaan ini terjadi? Para ahli fikih dan sejarawan Islam menjelaskan bahwa keduanya memiliki landasan yang kuat dalam tradisi Islam.
1. Landasan 11 Rakaat: Merujuk pada Kebiasaan Nabi
Kelompok yang mengamalkan 11 rakaat umumnya bersandar pada hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA. Ketika ditanya tentang shalat Rasulullah SAW di bulan Ramadan, beliau menjawab:
"Rasulullah SAW tidak pernah menambah shalat malam di bulan Ramadan maupun bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat..." (HR. Bukhari dan Muslim).
Bagi pengikut jumlah ini, kualitas shalat dengan bacaan yang panjang dan thuma'ninah yang sempurna adalah inti dari ibadah tersebut, mencontoh fisik shalat Nabi secara langsung.
2. Landasan 23 Rakaat: Warisan Khalifah Umar bin Khattab