BISNIS MARKET - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah memulai tahap konstruksi Sekolah Rakyat Tahap II di sejumlah lokasi prioritas seperti Kalimantan Tengah. Program ini melanjutkan keberhasilan Tahap I yang merampungkan renovasi 165 sekolah rintisan sepanjang 2025.
Menteri PU Dody Hanggodo menekankan pembangunan permanen ini sebagai wujud komitmen pemerintah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas. “Kami memastikan fasilitas dibangun cepat dan berkualitas tinggi untuk segera dimanfaatkan anak-anak dari keluarga kurang mampu,” kata Dody Hanggodo, dalam pernyataannya, pada Selasa (16/12/2025).
Tahap II mencakup 104 lokasi permanen di lahan 5-10 hektare, dirancang menampung 112.320 siswa melalui 3.744 rombel. Pembagian mencakup 1.872 rombel SD, 936 rombel SMP, dan 936 rombel SMA secara proporsional.

Setiap sekolah dilengkapi fasilitas modern seperti ruang kelas berteknologi, laboratorium, perpustakaan digital, klinik kesehatan, dan area olahraga. Desain menitikberatkan pada lingkungan belajar yang sehat, aman, dan inspiratif bagi siswa.
Direktur Jenderal Prasarana Strategis menyoroti pemenuhan readiness criteria seperti sertifikat lahan dan dokumen lingkungan sebelum konstruksi dimulai. Prinsip 5T diterapkan ketat untuk menjamin mutu, waktu, biaya, administrasi, dan manfaat optimal.
Program ini khusus menyediakan pendidikan berasrama gratis bagi anak Desil 1 dan 2 berdasarkan DTSEN. Inisiatif boarding school ini mendukung visi pemerintah membangun SDM unggul dan inklusif.

Tahap I sukses dengan operasional bertahap mulai Juli hingga September 2025 di 165 lokasi renovasi. Pengalaman ini menjadi dasar percepatan Tahap II yang lebih permanen dan luas jangkauannya.
Dengan progres konstruksi terkini, Kementerian PU optimistis Sekolah Rakyat Tahap II siap beroperasi penuh pada tahun ajaran 2026/2027. Langkah ini memperkuat akses pendidikan merata bagi anak kurang mampu di seluruh nusantara.